Jenazah Korban Pengeroyokan Diotopsi, Tempurung Kepala Retak

DIBAWA KE RSUD CIANJUR: MR (31) warga Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku ditemukan tergeletak di depan toko yang berada di Jalan Raya Cibeber. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kasus pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa MR (31) masih ditelusuri pihak kepolisian. Saat ini, di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), garis polisi masih terpasang.

Karyawan Laluna Pet Shop, Ikhsan mengakui, pada malam kejadian memang terdengar ada suara keributan di luar. Namun ia tak menyangka ada peristiwa pengeroyokan.

“Pas malem itu memang ada suara ramai gitu, tapi saya gak liat keluar karena memang sering ramai juga sama anak punk,” ujarnya.

Saat pagi hari, dirinya melihat garis polisi sudah melintang di tiga ruko, termasuk ruko tempatnya bekerja. Selain itu, beberapa bercak darah langsung ditutupi tanah oleh warga sekitar.

“Saya juga denger ada kayak rolling door digebrak-gebrak gitu, jam pastinya kurang tahu karena pas denger itu langsung tidur lagi,” ungkapnya.

Usai kejadian itu, pihak kepolisian juga meminta rekaman kamera CCTV. Akan tetapi, kemera pengawas di depan toko itu sudah rusak sejak tiga bulan lalu.

Akibat pemasangan garis polisi itu, berimbas pada berkurangnya jumlah pelanggan karena kesulitan masuk ke dalam toko. “Jadi pelanggan agak jauh parkirnya. Enggak tau sampai kapan garis polisi dipasang,” tuturnya.

Terpisah, mertua MR, Zaenal Mustofa (50) menjelaskan, korban merupakan pribadi pendiam dalam kesehariannya. Bahkan waktu senggangnya lebih banyak di rumahnya.

“Kalau almarhum itu pendiam dan tidak banyak bicara, kalau libur tidak ada even, kan kerjanya kayak entertainmen gitu, banyakan di rumah,” terangnya.

Kabar yang diterima pertama kali, istri almarhum dikabari suaminya terjatuh dan baru tahu suaminya meninggal dunia setelah sampai di RSUD Cianjur.

“Sebelum meninggal, pada malam kamis sempat ngobrol sama saya. Terus kayak firasat gitu, hati gak tenang dan kayak gelisah. Pas bangun tidur dapat kabar almarhum sudah tidak ada,” paparnya.

Teknisi Forensik RSUD Ciajur, Soni Irawan mengungkap, pihaknya sudah melakukan otopsi pada jenazah korban. Didapati ada sejumlah luka, utamanya di bagian kepala.

“Ada retakan di tempurung kepala bagian belakang dan beberapa luka memar juga. Diduga diakibatkan pukulan benda keras, seperti batu,” ungkapnya.

Sementara, luka lebam lain juga terdapat di sebagain tubuh korban. “Kalau untuk luka tusukan tidak ada,” pungkasnya.(kim)