Mulai Langka, Masker Dijual Rp100 Ribu

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pemberitaan soal penyebaran virus corona benar-benar memberikan pengaruh siginifikan. Salah satunya melambungnya harga masker di Cianjur yang dijual sampai Rp100 ribu per boks.

Selain itu, persedian masker di sejumlah apotek pun sudah kosong sejak beberapa hari terakhir. Kalaupun ada, sudah ludes dalam hitungan menit.

Apoteker Kimia Farma Salakopi, Mandala mengatakan, dari tujuh apotek yang beroperasi di Cianjur rata-rata memiliki stok 15-20 boks masker.

“Kemarin ada 15 boks masker tapi sudah pada habis, hal ini juga terjadi di apotek lainnya,” ungkapnya, Minggu (9/2).

Ia mengungkap, harga normal masker per boks sebelumnya dijual Rp40 ribu, kini melonjak jadi Rp100 ribu bahkan ada pula yang lebih. “Kami menduga yang beli memborong itu mau dijual lagi,” bebernya.

Kondisi ini diperparah dengan suplier yang belum ada lagi ada pengiriman kendati sudah mengajukan pemesanan. “Sepekan ini dipastikan kosong. Kami tidak mengetahui kapan barang (masker) akan datang lagi,” katanya.

Senada, dikatakan oleh pemilik Apotek Indra, Kiki, yang mengaku sudah kehabisan persediaan. Saat hendak membeli lagi, harga sudah melambung tinggi.

“Saya enggak kebagian dari suplier karena telat beli. Mereka jual sudah pada mahal,” ujarnya.

Ia mengakui, semua merk dan jenis masker memang mengalami kenaikan tajam usai merebaknya virus corona. Saat ini, yang bisa dilakukannya adalah dengan membeli masker untuk persediaan yang dibeli dari apotek lain.

“Ada masker merk tertentu yang harganya sudah sangat mahal. Tapi ada juga merk yang naiknya tidak terlalu signifikan,” sambungnya.

Kiki pun tak bisa memprediksi sampai kapan harga masker akan melambung tinggi dan langka di Cianjur.

Kondisi yang sama juga terjadi di Apotek Raja di Jalan KH Saleh yang mengalami kelangkaan. “Tadi ada yang nanya mau pesan 20 boks tapi barangnya tak ada,” ujar Kevin Aditya (20), karyawan Apotek Raja.

Pihaknya sejak awal memang tidak memiliki banyak stok masker. Akan tetapi, sejak ramainya virus corona, permintaan masker meningkat tajam.

“Mungkin karena corona jadi permintaan tinggi akhirnya harga juga mahal,” ujarnya.(dil)