Harga Bawang Putih Naik, Gara-gara Virus Corona?

RADARCIANJUR.com – Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami lonjokan sejak beberapa hari terakhir. Hal ini diakibatkan merebaknya virus corona di China.

Akibatnya, pasokan komodisi dari Negeri Tirai Bambu itu dihentikan sementara Pemerintah Indonesia.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Cipanas, Eti Nurhayati (35) mengaku, harga bawang putih merangkak naik sekitar sepekan terakhir. Mulai dari harga Rp28 ribu per kilogram hingga hari ini sudah mendapai Rp65 ribu per kilogram.

“Mungkin karena pasokan dari sumbernya (China, red) dihentikan sementara. Jadi ke suppliernya kurang hingga ke pedagang stoknya terbatas,” tuturnya, Selasa (11/2).

Akibat melejitnya harga, Eti mengaku penjualan bawang putih anjlok hingga 50 persen. Jika sebelumnya ia bisa menjual puluhan kilogram per hari, kini ia hanya bisa menjual beberapa kilogram saja.

“Kalau harga normal saya bisa menjual 20 kilogram per dua hari. Sekarang paling juga lima kilogram dua hari,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli yang juga pemilik warung nasi di Cipanas, Siti (56) mengaku, terpaksa membeli kendati harga bawang putih melambung tinggi.

“Biar Rp60 ribu per kilgram ya terpaksa beli. Kan bawang putih jadi salah satu bumbu untuk dagangan saya,” katanya.

Saat ini, biaya yang harus dikeluarkan bertambah. Sedangkan dirinya tidak bisa menaikkan harga per porsi nasi. Salah satu solusi yang ia tempuh adalah mengurangi kuantitas masakannya.

Tak jauh berbeda juga diungkap Asep Suparman (32), pedagang sayur di Pasar Muka yang mengaku hanya bisa menjual lima kilogram per hari sejak kenaikan harga. Padahal di harga normal, ia bisa menjual 25 kilogram per hari.

“Kayaknya karena isu virus corona, kan ini bawangnya impor dari sana, terus stok dari distributor juga terbatas,” ujarnya.

Kendati demikian, Asep mengaku cukup diuntungkan dengan kenaikan harga tersebut. Pasalnya, bawang putih masih bisa disimpan, berbeda dengan sayuran yang terpaksa dibuang jika tak laku.

“Sebetulnya untung kalau naik gini, stok di pedagang lain juga kan terbatas. Jadi masyarakat banyak mencari,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramdani menegaskan bahwa pihaknya ikut turun tangan terkait kenaikan harga bawang putih ini.

“Kami sebagai bagian dari Satgas Pangan tentu memperhatikan hal ini,” ujarnya.

Karena itu, Niki mengingatkan kepada para spekulan agar tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan sengaja menimbun bawang putih.

“Kami ingatkan, jangan sampai ada pihak yang menimbun bawah putih. Kami pastikan tidak akan tinggal diam dan itu bisa dijerat hukum,” tegasnya.(dan/kim/tim)