Pilkada Cianjur : Koalisi Meja Makan Beringin, Petahana-Golkar Menguat

PERTEMUAN DIAM-DIAM: (Dari kiri ke kanan) Ketua DPC PPP Cianjur, Jimmi Perkasa; Ketua DPD Partai Golkar Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin dan Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur, Susilawati menyantap makanan di salah satu rumah makan daerah Cugenang. FOTO: IST

RADARCIANJUR.com – DPD Partai Golkar Cianjur sedang sibuk-sibuknya. Setelah warawiri bertemu dengan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman pekan kemarin, kini partai Beringin Rindang ini sibuk membangun koalisi. Melalui meja makan di salah satu rumah makan khas Sunda di Cugenang, Golkar nampak serius membicarakan koalisi untuk mengusung calon bupati (cabup) dalam perhelatan Pilkada 2020.

Pastinya bukan sekedar makan malam. Pertemuan tiga petinggi partai politik (parpol) di Cianjur tersaji pada akhir pekan lalu. Siapa saja mereka? Ada Ketua DPC PPP Cianjur, Jimmi Perkasa. Nampak mengenakan kemeja putih, ada Ketua DPD Partai Golkar Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin. Yang terakhir, ada sosok wanita cantik Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur, Susilawati.

Dari jarak yang relatif dekat, bisik-bisik kata seperti ‘bupati’ dan ‘pilkada’ kerap kali terdengar. Wajar saja, di sekitar mereka masih banyak warga yang duduk menyantap hidangan malam.

Merujuk pada dua kata yang sering disebut-sebut tadi, sinyal kuat Golkar untuk mengusung Plt Bupati Herman makin terasa. Apalagi melihat dua orang yang ada di sekitar Tb Mulyana yaitu Jimmi dan Susi.

Pada Senin (20/1/2020) lalu, PPP Cianjur telah mengajukan nama Herman Suherman ke DPP PPP sebagai calon bupati Cianjur. Kala itu dan hingga saat ini, PPP menilai keseriusan Herman Suherman tak main-main. Hal itu dibuktikan Herman dengan momentum pengembalian formulir dan kehadiran Herman sendiri di peringatan Harlah PPP pada Sabtu akhir pekan itu.

PDI Perjuangan Cianjur justru masih hangat-hangatnya. Sebelum PPP, PDI Perjuangan mendapat angin segar terlebih dahulu. Pada akhir September 2019, Herman Suherman mengembalikan formulir pendaftaran dirinya sebagai bakal calon bupati. Herman mengembalikan langsung pendaftaran dan diterima Susilawati di Kantor DPC PDIP Cianjur, Kamis (19/9/2019).

Persamaan PPP dan PDI Perjuangan sudah dapat disimpulkan. Bagaimana dengan Golkar? Dua hari lalu, pergerakan masif tersaji di Kota Tauco ini. Tiba-tiba saja, sejumlah banner bertuliskan BHS-M terpasang di sejumlah titik vital Kabupaten Cianjur. Lagi-lagi, ada foto Tb Mulyana bersanding dengan Herman Suherman.

Koalisi Golkar-PDI Perjuangan-PPP semakin kuat. Apabila melihat jatah kursi di Gedung DPRD, Golkar memiliki delapan kursi, PDI Perjuangan lima kursi dan PPP dengan dua kursi. Totalnya 15 kursi. Sudah bisa mengusung satu nama: Herman Suherman.

Ketika dicoba untuk dikonfirmasi terkait pertemuan ketiganya, Ketua DPC PPP Kabupaten Cianjur, Jimmi Perkasa justru menjawa dengan kalimat diplomatis. Baginya, pembahasan tersebut tak lepas dari kewajiban seorang ketua parpol untuk melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.
“Karena di satu sisi, berangkat itu tidak bisa sendiri. Mau tidak mau, partai itu harus berkomunikasi dengan siapapun dalam posisi saling menguntungkan bagaimana Cianjur ke depan,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Selain itu, mengenai petahana, ia mengklaim, keseriusan Herman sudah terpampang jelas. “Itu (cabup Herman) kan sudah jelas. Petahana sudah daftar di PPP berarti beliau salah satu orang yang serius berangkat di kita (PPP),” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai penguatan petahana dari perahu tiga partai, ia tidak berkomentar banyak dan menegaskan bahwa itu berbicara komunikasi tiga partai saja. Hal senada turut diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati. Baginya, pertemuan tersebut hanya sebuah pertemuan politik biasa. “Cuma perbincangan politik biasa, kebetulan bertemu,” singkatnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana Syahrudin mengungkapkan, pertemuan tersebut hanya sebagai pengikat silaturahmi antar lembaga partai yang harus terjalin dengan partai manapun. “Hanya ngobrol-ngobrol seperti layaknya dengan partai lain, kan harus terjalin hubungan silaturahmi antar kelembagaan,” paparnya.

Seperti diketahui, nama petahana sendiri hadir dalam rapat pleno DPD Partai Golkar Cianjur. Nama itu lahir dari ragam usulan dari setiap pengurus partai di kecamatan. “Semua kewenangan ada di tim verifikasi di Kabupaten Cianjur dan juga di Provinsi Jawa Barat. Hasil nama tersebut keluar setelah pleno provinsi dan pusat,” ungkap Tb.

(yaz/kim)