JPU Hadirkan Lima Saksi di Persidangan Ipda Erwin

BERI KESAKSIAN: Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi-saksi pada persidangan kasus terbakarnya Iptu Erwin Yudha saat mengamankan aksi unjuk rasa di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sidang kasus meninggalnya anggota polisi Iptu Erwin Yudha kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Cianjur, kemarin di Ruang Sidang Tirta. Sidang keempat yang digelar kemarin siang itu menghadirkan lima orang saksi.

Empat di antaranya merupakan anggota polisi aktif. Sedangkan satu saksi lainnya merupakan warga sipil. Beberapa anggota polisi turut berjaga mengamankan berjalannya sidang. Bahkan, beberapa kerabat terdakwa pun hadir untuk melihat jalannya persidangan.

Agenda dalam sidang kemarin yaitu penyampaian keterangan dari saksi yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Sebetulnya total ada lebih dari 20 saksi. Tapi yang dihadirkan hari ini (kemarin, red) ada lima. Tiga orang polisi yang jadi korban dan seorang anggota polisi lainnya serta satu warga sipil. Jika nanti diperlukan, kami akan datang kan saksi lainnya,” ujar JPU, Slamet Santoso.

Makmur Abdullah (56) salah seorang saksi yang merupakan warga mengatakan, pada saat kejadian, dirinya berada tepat di belakang dua orang mahasiswa yang melakukan aksi pelemparan. Dirinya saat itu tengah melihat aksi tersebut, tepat di belakang aksi demo di Jalan Siliwangi.

Di awal kejadian, ia melihat seorang mahasiswa yang melempar botol ke kerumunan massa dan petugas yang tengah memadamkan api dari ban yang dibakar. Tak berselang lama, salah satu mahasiswa lainnya yang melempar kantong pelastik berisi cairan biru. “Ketika pelemparan botol tidak terjadi apa-apa, tapi begitu yang kantong plastik itu api membesar dan menyambar anggota polisi,” ungkapnya.

Saat itu, dirinya berusaha menangkap dua mahasiswa yang melakukan pelemparan. Namun dia hanya berhasil mengamankan mahasiswa yang melempar botol air mineral. “Kalau yang melempar cairan biru itu saya tidak berhasil kejar,” tuturnya.

Sementara itu, Briptu Yudhi menunjukan luka bakar sebesar 18 persen yang diungkapkannya akibat sambaran api dalam aksi yang berujung ricuh tersebut. Kala itu, dirinya tengah membawa tameng dan berada di barisan kedua. Tepatnya di sebelah kanan kerumunan massa yang turut terkena cipratan bahan bakar pada bagian lengan sebelah kanannya.

Bahkan hingga saat ini, luka bakar tersebut belum kunjung sembuh dan dia harus menjalani pengobatan setiap sebulan sekali. “Iya masih belum pulih, kerja juga hanya tiga hari dalam seminggu. Dan setiap satu bulan ke Bandung untuk pemeriksaan dan pengobatan. Luka bakar yang saya alami di bagian tangan kanan, dada kanan, dan telinga kanan,” jelasnya. (kim)