Disapu Puting Beliung, Siswa DTA Hidayatul Mukatadin tak Punya Tempat Belajar

JANGAN TUNGGU KORBAN: Satu dari tiga ruang belajar Madrasah Diniyah DTA Hidayatul Muktadin ambruk. Dua ruangan lainnya turut terancam roboh pasca hujan deras disertai angin kencang yang turun kemarin. FOTO: FADILAH MUNAJAT/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Kegiatan belajar di Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Hidayatul Mukatadin, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber terpaksa harus dihentikan setelah bangunan sekolah tersebut ambruk diterjang angin pada Rabu (12/2).

Pjs Kades Cihaur, Arga Sudirga mengatakan, DTA tersebut mempunyai 150 orang peserta didik. Dalam tiga hari ini, ratusan siswa itu terpaksa mereka harus diliburkan. “Satu bangunan sekolah Ambruk, dan dua bangunan dirobohkan karena posisinya sudah miring, sehingga tidak ada tempat untuk aktifitas belajar mengajar,” ujarnya, Kamis (13/2).

Arga mengatakan, apabila setelah tiga hari diliburkan dan tidak ada fasilitas, untuk sementara kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sebuah mushola kecil yang lokasinya masih di sekitar DTA. “Tadi (kemarin, red) hasil koordinasi dengan kepala yayasan, untuk sementara kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di mushola. Jika tidak muat, sebagian akan belajar di teras rumah warga,” katanya.

Seperti diketahui, fasilitas pendidikan rusak berat saat hujan deras disertai angin kencang menghembus Kecamatan Cibeber sekitar pukul 16:00 WIB, Rabu (12/2). Satu ruangan belajar bangunan Madrasah Diniyah DTA Hidayatul Muktadin di Desa Cihaur ambruk sedangkan ruangan lainnya miring dan nyaris roboh.

Kerusakan terparah adalah DTA Hidayatul Mukatadin. Dari tiga ruangan satu ruangan ambruk dan dua ruangan lainnya sudah dalam posisi miring. “Untuk sementara kegiatan belajar mengajar di diniyah itu harus dipisahkan,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Cianjur pun sudah melakukan pendataan pasca puting menerjang Cibeber pada Rabu lalu. Tim evakuasi dari BPBD tiba di lokasi dengan menggunakan alat-alat untuk pembenahan di lokasi.

Dari data BPBD Kabupaten Cianjur, terdapat lima rumah terdampak dengan kerusakan rata-rata ringan. Satu madrasah di Kampung Babakan Wangun RT3/RW5 Desa Cihaur rusak berat, satu kandang domba di Kampung Cihaur RT3/RW5 Desa Cihaur rusak ringan.

Di Kampung Leuwipari RT1/RW2 Desa Cibadak satu rumah rusak sedang. Sedangkan satu rumah di Kampung Cibitung RT1/RW5 Desa Sukamaju rusak ringan dan di Kampung Bogogog RT4/RW6 Desa Cisalak juga rusak ringan. “Setelah mendapatkan laporan, tim BPBD langsung menuju lokasi yang turut dibantu oleh Retana, komunitas BFN 1% MC dan Rapi,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan.

Hingga kemarin, jumlah kerusakan pasca bencana angin puting beliung masih didata dan sewaktu-waktu data tersebut bisa bertambah. “Kita masih menunggu tim di lapangan mengenai jumlah kerusakan secara keseluruhan, yang baru masuk di BPBD Kabupaten Cianjur baru ada lima dari hasil laporan,” terangnya.

Sementara itu, warga Kampung Bogogog, Desa Cisalak, Najmudin Hidayat (45) mengungkapkan, pada saat kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, dirinya baru selesai melaksanakan salat di masjid. Hujan disertai angin kencang berhembus dari arah utara. “Pas kejadian itu, saya baru beres solat sekitar pukul 16.00 WIB. Semua disini pada panik, mau lari juga bingung karena takut ngeliat angin muter gitu. Kan keliatan dari pohon goyang-goyang, gak lama pohon tumbang kena kamar mandi rumah,” tuturnya sambil memotong pohon.

Mengenai kerugian, dirinya tidak memastikan berapa kerugian secara pasti rusaknya salah satu bagian rumah yakni kamar mandi. Ia pun berharap bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

(dil/kim)