Pabrik Bikin Air di Sukatani Menghilang

TUNJUKKAN: Warga tunjukkan pasokan air yang sedikit di kampung Barukupa. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com -Sejumlah warga Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet mengeluhkan pasokan air yang selama ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat semakin menurun. Hal tersebut diduga setelah adanya pembangunan beberapa perusahaan di kawasan tersebut.

Ipin (27), salah seorang warga setempat mengaku kesal pasokan air di rumahnya kian hari makin berkurang sejak beberapa pabrik dibangun. Tahun lalu, pasokan air ke permukiman sama sekali tak mengalami kendala.

“Jangankan air ke rumah warga, sekarang ini pasokan ke lahan perkebunan pun jadi agak sulit. Warga menduga karena adanya pengeboran air oleh salah satu perusahaan di dekat pemukiman,” ungkapnya, Kamis (13/2).

Ipin mengungkap, sejak setahun terakhir, berkurangnya pasokan air semakin menjadi. Kondisi tersebut bahkan dialami warga satu kampung.

“Sekarang itu selokan-selokan warga juga nyaris tak ada air mengalir. Kami ini hanya mengandalkan dari pembuangan yang ada. Itupun hanya sebesar kelingking, alias ngalir kecil sekali,” bebernya.

Kondisi itu bertolak belakang dengan Desa Sukatani yang dikenal dengan lahan perkebunan yang baik. “Kan di sini melimpah hasil sayur mayurnya. Kalau air terus berkurang ya jadi masalah,” sesalnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Sukatani, Wiwin mengatakan, pihaknya telah melakukan menindaklanjuti keluhan warga dengan program pipanisasi pada tahun 2019.

“Program itu dari anggaran perubahan. Tadinya mau dianggarkan tahun 2020 ini, tetapi karena mendesak, jadi dari perubahan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/2).

Pihaknya mengakui, program pipanisasi itu memang dirasa belum maksimal lantaran kesulitan mencari sumber air di wilayah tersebut.

Ia juga mengakui bahwa dugaan penyebab berkurangnya pasokan air disebabkan pembangunan salah satu perusahaan. Akan tetapi, menurut dinas terkait, sumur bor arteri perusahaan dimaksud bukan jadi penyebabnya.

Sebaliknya, berkurangnya pasokan air itu pengaruh dari hutan. “Mungkin warga harus membuat sumur resapan di setiap halaman rumah dan sebisa-bisanya setiap yang memiliki kebun, harus ada yang tanam pohon yang lama dan kuat,” tukasnya.(dan)