Waduh! Disdikbud Cianjur Langgar Kode Etik ASN

Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin saat mendaftar ke Demokrat.

RADARCIANJUR.com – Jalan Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin tak mulus untuk maju dalam Pilkada 2020.

Langkahnya menjadi bakal calon bupati mendapat batu sandungan. Ia diduga telah melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) saat mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati Kabupaten Cianjur kepada salah satu DPC partai politik di Kabupaten Cianjur.

Koordinator Divisi Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Cianjur, Tatang Sumarna mengatakan, dugaan pelanggaran kode etik ASN di lingkungan Pemkab Cianjur yang dilakukan Oting tersebut menjadi temuan Bawaslu Cianjur.

“Temuan tersebut, didasari hasil pengawasan Bawaslu Cianjur melalui informasi yang didapatkan dari pemberitaan salah satu media,” kata Tatang di Kantor Bawaslu Kabupaten Cianjur, (13/2).

Menurut Tatang, temuan pelanggaran yang dilakukan Oting, sudah terdaftar pada nomor register 01/TM/PB/Kab/13.15/II/2020 pada tanggal 13 Februari 2020. “Untuk Pilkada 2020, kasus ini adalah temuan yang pertama,” ujarnya.

Tatang menjelaskan, Oting diduga melanggar Pasal 2 huruf f Jo Pasal 9 (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Dimana Pasal 2 huruf f UU Nomor 5 Tahun 2014 terkait netralitas. Sedangkan Pasal 9 (2) UU Nomor 5 Tahun 2014 menjelaskan Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

“Serta diduga melanggar Pasal 11 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik Pegawai Negeri Sipil,” tuturnya.

Lanjut Tatang, untuk mendalami temuan tersebut Bawaslu Kabupaten Cianjur akan memanggil orang bersangkutan. Selambat-lambatnya, lima hari setelah temuan terdaftar pada register.
“Secepatnya kami akan mengundang (Oting),” paparnya. (dil)