MUI Cianjur: Hari Kasih Sayang jadi Maksiat

Ketua MUI Kabupaten Cianjur, H. Abdul Rauf

RADARCIANJUR.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur menyesalkan Valentine Day yang malah jadi ajang maksiat bagi pasangan, terlebih yang bukan pasangan resmi.

“Jelas dalam Al-Qur’an pun ketika melakukan sesuatu yang mengarah kepada kemaksiatan, itu hukumnya tidak boleh atau haram,” tegas Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH. Abdul Rauf, Jumat (14/2).

Pihaknya juga menyampaikan, dalam surat imbauan MUI nomor: 042/DP-K/VI/1441, Valentine Day yang dirayakan setiap tahun pada 14 Februari telah nyata-nyata mengesankan seolah-olah merupakan hari yang amat penting dan ditunggu-tunggu, khususnya oleh kaum muda-mudi yang sedang menjalin asmara.

Terlepas pengertian Valentine Day yang sebenarnya, kenyataannya, Valentine Day merupakan kegiatan yang tidak sesuai dengan syari’at Islam karena mengarah kepada pergaulan bebas, bermesraan secara terbuka, bahkan perzinaan dan perilaku munkar lainnya.

“Intinya kami menyeru kepada kaum muslimin, khususnya di wilayah Kabupaten Cianjur, untuk tidak mengikuti atau berpartisipasi dalam perayaan Valentine Day, serta tidak membantu dan memfasilitasi penyelenggaraan perayaan tersebut,” tegasnya lagi.

Abdul Rauf menjelaskan, umat Islam wajib berusaha menjalankan syari’at agamanya secara konsisten sesuai tuntunan yang benar dengan tetap menghormati dan menghargai pihak lain yang berbeda agama dan kepercayaan.

Agar keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat terpelihara dengan baik.

“Jadi orangtua, pendidik, tokoh agama dan semua pihak dari kaum muslimin wajib memberi bimbingan kepada anggota keluarga, anak didik dan kaum muslimin, terutama generasi muda agar tidak ikut serta dalam momen perayaan tersebut,” pungkasnya.

(dan)