Jalur Puncak II Digarap Tahun Ini

PARAH: Kondisi jalan Jalur Puncak II kian hari makin mengenaskan. Sementara, kondisi jalan yang sudah dicor saat ini samakin rusak dan tak terawat.

RADARCIANJUR.com – Pemkab Cianjur akan segera membangun Jalur Puncak II pada tahun ini dengan rencana anggaran mencapai Rp12 Miliar. Jalur tersebut akan menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak perekonomian, khususnya bagi Cianjur.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengaku, dirinya sudah meminta kepada Dinas pertanian membantu para petani dan memberikan bimbingan penanaman sampai ke proses pemasaran hasil pertanian.

Jika Jalur Puncak II siap, maka akan sangat membantu distribusi komoditi pertanian di kawasan yang akan menjadi pusat Argowisata tersebut.

“Saat ini kondisinya memang memperihatinkan. Maka dari itu kami akan memperbaiki jalan tersebut,” terang Herman belum lama ini.

Jalan itu juga nantinya akan diperlebar sampai 30 meter menyerupai jalan tol. Untuk lahan yang miring, akan ditanami pepohonan. Untuk itu, Pemkab Cianjur sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita akan buat hutan lindung. Bahkan ke depan kami akan kelola mata air yang ada di daerah PT MPM seluas 2,5 hektar ini untuk dikelola dan diperuntukan bagi Cianjur,” tambahnya.

Herman menyatakan, pemerintah memberikan lahan tersebut agar dikelola dan jadi produktif. Dengan status legal, maka para petani akan nyaman dan tidak takut terusik.

“Saya beberapa minggu lalu diundang Menteri Agraria di Jakarta, terkait permasalahan yang ada diperkebunan PT MPM. Alhamdulillah aspirasi dan masukan kepada pak Menteri direspon baik,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah dibantu Kapolres dan Dandim pun siap membantu warga di sekitar Puncak II terkait keinginkan warga penggarap dalam menerima lahan yang layak dan luas.

“Percayakanlah kepada kami di pemerintah bersama Forkominda Kabupaten Cianjur untuk menyelesaikan persoalan penggarap lahan HGU secara baik dan berkeadilan,” katanya.

Herman juga menjanjikan tak ada penggusuran rumah warga yang malah akan disertifikatkan. Bahkan ia meminta kepada Menteri Agraria untuk tidak membongkar masjid yang telah berdiri.

“Seluruh usulan-usulan itu telah disampaikan kepada BPN yang nantinya saya akan bawa kembali ke Kementerian terkait,” tukasnya.(dan)