Ratusan Warga Limbangansari Ditusuk-tusuk

SAKIT: Salah satu dokter sedang melakukan pengobatan secara alternatif dengan menggunakan metode akupuntur. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – 100 warga Desa Limbangansari di lima wilayah, mengantre untuk secara bergantian terpaksa menahan rasa sakit. Tapi rasa sakit tersebut bukan dikarenakan wabah maupun penyakit, namun menjalani pengobatan alternatif akupuntur.

Pengobatan yang dilakukan secara gratis tersebut dihadirkan salah satu cakades Limbangansari, Yeni Lisdiani. Lima wilayah tersebut yakni Desa Tegalega, Limbangan, Gombong, Berenuk dan Nagrak.

“Sebetulnya pengobatan ini masuk dalam salah satu program desa sehat yang saya canangkan nantinya dan ini sudah dilakukan selama dua minggu secara berturut-turut,” ujarnya, Rabu (12/2).

Tidak sedikit masyarakat yang datang dan mengantri untuk diobati. Baginya, ini bukan hanya sekedar program sosialisasi semata. Namun lebih kepada kepeduliaan terhadap masyarakat sekitar khususnya Desa Limbangansari.

“Nanti kita akan buat pengobatan gratis di satu tempat dengan target 300 masyarakat yang datang dan masih kita rencanakan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Sementara itu, Dedeh Kurniasih Komalasari (45) warga Limbangansari mengatakan, dirinya datang karena sebelumnya kaki selalu terasa pegal dan bagian kepala selalu sakit.

“Pas udah diobatin mah enakan, sebelumnya kaki pegel dan kepala sakit terus,” ungkapnya.(kim)