Polres Cianjur Buka Posko Pengaduan WO Bodong

PASANG TALI: Polres Cianjur membuka posko pengaduan penipuan WO bodong di pintu selatan Mapolres Cianjur, kemarin. FOTO: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Banyaknya korban penipuan wedding organizer (WO) membuat Polres Cianjur mulai membuka posko pengaduan korban. Posko pengaduan dibuka di pintu masuk selatan Satreskrim Polres Cianjur ditandai dengan pemasangan spanduk. Beberapa orang korban mendatangi posko pengaduan untuk berkonsultasi sekaligus melaporkan kerugian mereka.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, hingga kemarin sudah ada dua orang korban yang melapor. Pelapor pertama mengalami kerugian sekitar Rp30 juta dan pelapor kedua, mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. “Uang milik korban telah ditransfer ke rekening WO yang bersangkutan. Namun tidak ada di acara perkawinan,” kata Kapolres, (17/2).

Menurutnya, Polres Cianjur saat ini masih mengumpulkan barang bukti dan identitas pelaku penipuan pun sudah diketahui. “Kita masih menyelidiki vendor-vendor yang ada di situ karena tidak mungkin dia bekerja sendiri pasti ada yang membantu, kita pengin tau sampai dimana keterlibatan vendor-vendor itu,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, untuk menangani penipuan bermodus wedding organizer, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menaganinya. “Untuk menangani WO odong-odong yang meresahkan masayarakat kita sudah bentuk tim khusus,” katanya.

AKBP Juang mengimbau, kepada para korban agar segera melapor ke posko pengaduan Polres Cianjur untuk memudahkan proses penyelidikkan.
“Kami imbau kepada warga Cianjur yang merasa tertipu untuk segera melapor agar memudahkan proses penyelidikkan dan menjadi dasar pihak kepolisian untuk menindak,” tuturnya.

Kapolres mengatakan, pihaknya tidak akan kompromi kepada siapapun yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban warga di Cianjur. “Ada indikasi mengganggu kamtibmas maka kami siap menindak siapapun yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban di Cianjur,” kata Juang.

Kasus wedding organizer (WO) bodong yakni High Level Cianjur nampaknya turut dirasakan oleh berbagai WO, meskipun beberapa diantaranya merasa was-was dengan kejadian tersebut. Namun beberapa klien dari korban WO tersebut lebih selektif.

Seperti halnya yang dirasakan salah satu Owner WO Purity, Zia Urahman Abdillah. Dirinya pernah mengetahui mengenai WO tersebut, namun tidak mengenal begitu dekat dengan tersangka. “Kenal tidak, tapi pernah dengar dari beberapa rekan WO sebelum kasus ini rame. Selebihnya kurang tau,” ujarnya.

Beberapa korban dari WO bodong yang dikelola oleh wanita cantik bernama Bintang Juwita Maghfirly itu bahkan beralih kepada WO yang dikelolanya. Sehingga menjadi hikmah baginya. Bahkan, bookingan yang diterimanya sudah penuh hingga akhir tahun 2020. “Beberapa korban dari WO tersebut bahkan datang ke kita untuk booking. Tapi memang prosesnya cukup ribet karena mungkin trauma seperti harus membuat MoU dan lain-lain,” tuturnya.

Dirinya menilai, hal tersebut bukanlah menjadi masalah. Di sisi lain, baginya itu merupakan salah satu untuk membangun kepercayaan dari klien terhadap dirinya. “Kalau kita tidak masalah jika memang harus menggunakan prosedur itu, karena sama saja membangun kepercayaan dan kita tunjukan bahwa tidak semua WO bermasalah,” terangnya.

(dil/kim)