Ashraf Sinclair Jalani Terapi Bahaya Sebelum Berpulang

Ashraf Sinclair

RADARCIANJUR.com – Mendiang pesinetron Ashraf Sinclair pernah mengunggah video saat dirinya sedang melakukan terapi Emsculpt di laman Instagram miliknya sekitar empat hari sebelum meninggal dunia.

Terapi Emsculpt adalah terapi menggunakan energi elektromagnetik terfokus dengan intensitas tinggi untuk menghasilkan kontraksi otot supramaximal yang tidak dapat dicapai melalui kontraksi normal. Fungsinya untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal tanpa operasi.

Dalam unggahan yang terdiri dari tiga video pendek di laman Instagramnya, Ashraf menjelaskan metode Emscuplt yang sedang dia jalani yang terdiri dari tiga fase yakni pemanasan, work out serta pendinginan. “Untuk pemanasan otot, jantungmu akan berdetak lebih cepat dan mengirim aliran darah ke jantung. Pemanasan dilakukan selama dua menit,” kata Ashraf Sinclair dalam unggahannya seperti terlihat Selasa (18/2).

Unggahan yang mengklaim bisa menguatkan otot dan meminimalisir lemak setara dengan 20.000 gerakan sit up dalam 30 menit itu kini sudah dikomentari setidaknya 1.000 penguna Instagram.

Para pengguna Instagram mengungkapkan rasa duka cita di kolom komentar unggahan. “Ini mah yang olahraga bukan ototnya, tapi jantungnya, kayaknya gara-gara ini suaminya BCL meninggal karena jantungnya dipaksa kerja rodi, ya Allah Innalillahi,” ketik salah satu pengguna instagram @alkaryusz.

Sementara itu, klinik kecantikan tempat Ahsraf melakukan perawatan hingga kemarin belum bisa dihubungi. Aktor bernama lengkap Ashraf Daniel Mohammed Sinclair meninggal dunia pada usia ke-40 tahun karena serangan jantung. Dia meninggalkan seorang istri Bunga Citra Lestari dan seorang anak bernama Noah Sinclair.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, mengungkapkan bahwa meninggalnya Ashraf Sinclair bukan karena metode emsculpt. Itu pun tidak berhubungan langsung dengan penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian. “Kalau kita lihat dalam kasus kematian Ashraf yang dikait-kaitkan dengan Electric Muscle Stimulation (EMS), itu bukan dari EMS,

” paparnya.

Karena EMS yang berlebihan pun tak ada hubungannya secara langsung dengan gangguan jantung yang menyebabkan kematian almarhum.

Dokter KONI DKI Jaya itu menjelaskan bahwa metode emsculpt adalah produk yang menggunakan stimulasi otot menggunakan listrik atau Electric Muscle Stimulation (EMS).

“Sesuai namanya, EMS adalah metode di mana otot diberi rangsangan listrik dari luar sehingga bisa berkontraksi. Nah ini bedanya dengan gerakan biasa, EMS menggunakan listrik dari luar,” jelasnya.

Menurutnya, metode EMS akan berbahaya jika dilakukan dengan dosis yang cukup besar. Jika rangsangan listrik yang diberikan ke otot terlalu banyak, akan menyebabkan kerusakan jaringan atau sel otot.

(ber/ind)