Kaji Ulang AMDAL Lantai Aston Ciloto

TERPANTAU: Proyek pembangunan hotel Aston Ciloto terpantau melebihi dari izin yang telah ditentukan. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com -Proyek pembangunan Aston Ciloto Puncak Hotel and Resort tengah disorot. Pasalnya, dua lantai dari elevasi jalan itu terlihat melebihi ketentuan hingga beberapa lantai.

Ketua Umum Gerakan Resik Nusantara (Green) Deden Ahmad Romadon menilai, pembangunan pada dasarnya merupakan modal utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam proses pembangunan yang berkaitan dengan infrastruktur baik yang dilakukan pemerintah maupun investor, memerlukan izin agar sebuah properti memiliki izin serta kekuatan hukum dalam operasionalnya.

“Pembangunan properti, dalam hal ini hotel, tidak terlepas dari AMDAL-nya. Ini yang kadang-kadang suka diabaikan, baik oleh pemerintah ataupun swasta. Ketika memang beberapa izin sudah dilalui, terkadang hal penting dari sudut pandang lingkungannya suka diabaikan,” terangnya, Rabu (19/2).

Terkait dengan dampak yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan di sekitar pembangunan hotel, dirinya meyakini bahwa ini ada pemaksaan terhadap izin. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam segala bentuk perizinan properti tersebut.

“Pemerintah jangan hanya mementingkan keuntungan secara materi saja. Apalagi keuntungan sebagian golongan, tapi melupakan akibat dari yang ditimbulkan, baik sisi lingkungannya maupun masyarakat sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Endang mengakui, sesuai rencana awal yang telah ditempuh perusahaan yakni melakukan kajian teknis lingkungan.

Soal penambahan lantai atau kamar hotel yang melebihi elevasi jalan, pihaknya belum menerima laporan secara lengkap dari pihak perusahaan.

“Memang sudah dilakukan untuk proses perubahan addendum AMDAL lingkungan kepada kami. Tetapi katanya sekarang perusahaan lagi menyiapkan konsultan dulu dan masih menunggu proses itu,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (19/2).

Karena sifatnya masih dalam proses pembangunan dan secara operasional belum ada, lanjutnya, tahapan izin perubahan addendum AMDAL seharusnya bisa segera diselesaikan terlebih dahulu, dan bisa dikaji ulang.

Karena secara tapak proyek pun itu hanya dua lantai dari elevasi jalan. “Jadi menurut mereka itu memang secara tapak masih tetap, sesuai yang direncanakan. Tetapi katanya akan menambah dua lantai lagi,” ucapnya.

Dalam AMDAL pembangunan Aston sebelumnya, ia menyebut, masih tetap setinggi 20 meter dari elevasi jalan. Tetapi jika ada penambahan kamar dalam pembangunan, harus dikaji dalam revisi nanti.

Baik dari jumlah pengunjung hotel, maupun dampak yang bisa diakibatkan, seperti sampah, instalasi pembuangan limbahnya, dan air serapan sehingga air warga terganggu.

“Sebetulnya kami sudah menyampaikan peringatan itu. Bahwa upaya pengelolaan lingkungan yang sudah direncanakan dalam ketetapan supaya bisa dilakukan secara baik. Maka dari itu salah satu upayanya adalah dengan membuat sumur serapan,” tukasnya.(dan)