Lantai Hotel Aston Ciloto Melanggar?

TERPANTAU: Proyek pembangunan hotel Aston Ciloto terpantau melebihi dari izin yang telah ditentukan. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com -Pembangunan lantai Aston Ciloto Puncak Hotel and Resort di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, diduga tak sesuai izin yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hotel yang seharusnya memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam proyek dua lantai dari elevasi jalan itu, kini terlihat melebihi dari ketentuan hingga beberapa lantai.

Hal tersebut juga dikemukakan Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Superi Faizal.

Menurut informasi yang diterima pihaknya, penambahan pengerjaan lantai hotel Aston yang kini masih dibangun itu, memang ada. Akan tetapi harus dilihat dan dicek langsung ke lapangan untuk penentuan ketinggian lantainya hingga berapa banyak.

“Karena Aston itu adanya di bawah elevasi jalan, jadi perhitungan lantai bangunan itu dihitung dari pada muka elevasi jalan ke atas. Kalau ke bawahnya itu hanya sesuai dengan Koefisien Luas Bangunan (KLB) dan tidak dihitung. Iya, hampir sama dengan hotel yang ada di daerah Hanjawar itu,” terangnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (18/2).

Jika melihat dari ketentuan awal yang telah ditetapkan, yakni dua lantai dari elevasi jalan ke atas. Kalaupun jika misalnya ada penambahan atau kelebihan, langkah dari perizinan akan segera memperingatkan untuk membuat atau merubah addendum AMDAL.

“Jadi ketinggiannya itu hanya dihitung dari elevasi jalan ke atas. Kalau ke bawah tidak dihitung,” tegasnya.

Kalau ada penambahan tingkat lantai hotel, ia mengatakan, sejauh ini belum ada permohonan yang masuk ke pihak dinas perizinan. Hanya saja, pernah konsultasi ke pihaknya dan sangat disarankan untuk berkoordinasi dulu dengan dinas teknis.

“Katanya sih akan menghubungi Dinas Lingkungan Hidup dulu, serta akan mencari konsultan terlebih dulu,” tambahnya.

Jika misalnya pembangunan tersebut tidak mengikuti dokumen teknis yang telah disahkan sebelumnya, pihaknya memastikan itu merupakan pelanggaran. Maka dari itu, Aston Ciloto Puncak Hotel and Resort disarankan harus memperbaiki dahulu dan mengajukan ulang lagi.

“Kalau yang disahkan itu adalah dokumen IMB yang lama, sama dokumen site plan yang lama,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Indra Megah Makmur, Fritz Bonar Panggabean mengatakan, hotel merupakan bisnis jangka panjang yang memiliki komitmen untuk senantiasa berbisnis dengan mematuhi semua peraturan yang berlaku dan memastikan bahwa hotel yang dibangun ini akan memberikan manfaat bagi semua stake holder.

“Tidak mungkin kami berani investasi hingga ratusan miliar tanpa berusaha untuk comply dengan regulasi/aturan yang ada,” ujarnya dalam pesan singkat WhatsApp saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, jika ada masukan dari masyarakat atau stake holders lainnya terkait proyek, pihaknya sangat terbuka dan berterima kasih untuk masukan-masukannya. Namun tentu saja dengan cara dan jalur yang baik dan sesuai.

“Untuk hal-hal yang lebih rinci terkait pelaksanaan pembangunan serta ijin yang terkait, bisa menghubungi project manager kami,” tukasnya.(dan)