Petahana Jangan Berurusan dengan KPK

Acara penyerahan rekomendasi pilkada di kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat kemarin (19/2).

RADARCIANJUR.com – PDI Perjuangan (PDIP) akhirnya mengumumkan sejumlah pasangan calon kepala daerah yang akan berlaga pada pilkada September mendatang. Pada pengumuman gelombang pertama kemarin (19/2), partai banteng menerbitkan 49 rekomendasi. Para kandidat, khususnya petahana diminta tidak berurusan dengan perkara hukum yang ditangani KPK.

Kasus Bupati Ngada Marianus Sae yang ditangkap KPK menjadi pelajaran bagi PDIP. Saat itu, Marianus yang berpasangan dengan Emilia J Nomleni diusung PDIP sebagai calon Gubernur NTT pada Pilkada 2018. “Saya menjadi trauma ketika Pilkada NTT. Coba bayangin hanya tinggal beberapa hari, tahu-tahu yang namanya Marianus langsung dinyatakan dakk,” terang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara penyerahan rekomendasi pilkada di kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat kemarin (19/2).

Megawati menilai kasus yang menimpa Marianus itu tidak fair. Sebab, pilkada tinggal beberapa hari, tapi calon yang diusung partainya tiba-tiba ditangkap. Apalagi, dia menduga bahwa penangkapan tersebut karena ada pesanan.
Bahkan, hampir keluar kata-kata kotor dari mulut Megawati, karena saking jengkelnya dengan kasus yang menimpa calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan.

Tapi, dia berupaya menahan diri dalam menghadapi masalah tersebut. Bagi seorang ketua umum partai, menghadapi persoalan itu, tidak mudah mencari pengganti calon yang terjerat hukum di KPK.

Presiden kelima itu menegaskan bahwa jika ada paslon pilkada yang hendak ditangkap, lebih baik dilakukan saat-saat seperti sekarang ini, karena para kandidat belum ditetapkan secara resmi oleh KPU. Yang penting, kata dia, jangan ada pesanan dalam penangkapan itu. “Tolong dicatat sama wartawan, jangan ada pesanan,” tegasnya. Dia meminta semua pihak fair dalam mengikuti pilkada.
Megawati pun berpesan kepada semua paslon agar berhati-hati. Khususnya, mereka para calon petahana.

Menurut dia, KPK tidak mungkin menangkap mereka, jika mereka tidak melakukan pelanggaran. Kalau masih ada saja yang melakukan pelanggaran, dia pun lepas tangan.
Sementara itu, dalam pengumuman gelombang pertama kemarin ada 49 rekomendasi yang dikeluarkan. Sebenarnya, ada 50 putusan dukungan yang masuk daftar. Tapi, ada satu yang tidak diumumkan, yaitu Kabupaten Lamongan.

Di wilayah Provinsi Jawa Barat, ada dua rekomendasi yang dikeluarkan, yaitu pasangan Herman Suherman – Tb Mulyana Syahrudin untuk Pilkada Cianjur, dan Ade Sugianto – Cecep Nurul Yakin untuk Pilkada Tasikmalaya.
Selain pasangan calon bupati dan wakil bupati, serta calon wali kota dan wakil wali kota, PDIP juga mengeluarkan satu rekomendasi untuk calon gubernur. Yaitu, Olly Dondokambey sebagai calon Gubernur Sulawesi Utara yang bergandengan dengan Steven Kandouw. Olly merupakan calon gubernur petahana.

Megawati mengatakan, mekanisme penjaringan calon kepala daerah di PDIP sudah sangat terbuka dan dari bawah. Prosesnya juga sudah melalui fit n proper test, kecuali beberapa petahana yang sudah pernah melalui proses itu sebelumnya.

Pengusungan Herman-Tb Mulyana ini juga disaksikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

Megawati dalam sambutannya mengatakan pengusungan beberapa petahana didasari oleh penilaian kinerja yang baik.

“Dalam menjaring dan menyaring calon kepala daerah, tentunya saya tidak asal memilih. Calon kepala daerah petahana (Herman) yang kami usung memiliki rekam jejak kinerja yang baik. Tentunya tidak ada keraguan untuk kembali mengusung beliau,” kata Megawati saat memberi arahan kepada calon Kepala Daerah dari PDIP.

Megawati berpesan kepada seluruh kader untuk menyiapkan perangkat partai untuk bergerak ke bawah memenangkan Pilkada 2020.

“Selamat berjuang, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk memenangkan hati rakyat,” kata Megawati.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sebagian besar paslon yang mendapat rekomendasi adalah kandidat petahana. Walaupun bisa mengusung sendiri calonnya, PDIP akan tetap membuka diri untuk membangun kerja sama dengan seluruh partai politik. “Khususnya partai politik pendukung Jokowi – Ma’ruf,” terang dia usai acara kemarin.

Herman Suherman dan TB Mulyana Syafrudin resmi menjadi pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Pilkada Cianjur 2020.

Pengumuman rekomendasi resmi tersebut dibacakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto, di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Total ada 50 pasang calon kepala daerah, terdiri dari 49 kabupaten kota dan satu provinsi yang diumumkan kemarin (19/2).

“Untuk Jawa Barat, ini pertama yang kita umumkan adalah calon Bupati Cianjur Herman Suherman didampingi Tb Mulyana Syahrudin sebagai Calon Wakil Bupati,” kata Bambang.

(lum/jawapos)