Cakades Terkuat di Desa Kawungluwuk Wafat

BELA SUNGKAWA: Sejumlah warga berbondong-bondong melayat dan berbela sungkawa ke kediaman almarhum calon kades.

RADARCIANJUR.com – Calon kepala desa (cakades) nomor urut tiga, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Unang Juarsah (57) meninggal dunia di RSUD Sayang, Kamis (20/2), setelah beberapa pekan menjalani perawatan intensif.

Kapolsek Sukaresmi, AKP Munawir menjelaskan, almarhum sama sekali tidak mengikuti tahapan pilkades lantaran sudah dirawat di rumah sakit sejak dua pekan terakhir.

“Seperti kampanye diwakilkan kepada tim suksesnya untuk menjalankan seluruh tahapan Pilkades,” jelasnya.

Dengan demikian, Pilkades Desa Kawungluwuk nantinya hanya diikuti empat cakades. “Sebelumnya ada lima cakades. Karena satu cakades meninggal dunia, jadi hanya empat yang lanjut,” tukasnya.

Kakak almarhum Unang Juarsah, Enjang Djauhardi mengatakan, secara proses tahapan pencalonan memang telah ditempuh dari awal dan nyaris tanpa hambatan.

“Bahkan saat dari bakal calon, almarhum menjadi peringkat kedua dari balon lain,” katanya ditemui di kediamannya.

Menurut Enjang, kebanyakan masyarakat ingin kembali dipimpin cakades petahana yang mendapat dukungan dari banyak tokoh masyarakat.

“Memang bisa dibilang cakades yang kuat. Yang jelas, keluarga dan tim pemenangan akan segera berkumpul dan berkoordinasi untuk ke depannya. Karena hari ini masih berbelasungkawa,” tuturnya.

Ia mengakui, adiknya itu memang memiliki penyakit lambung dan semakin parah setelah pengambilan nomor urut cakades.

“Keluarga berpegangan ini karena sudah takdir Allah dan memang adanya penyakit medis. Walaupun secara syariat, kami pun percaya akan hal ghaib,” katanya.

Pjs Kades Kawungluwuk, Dede Koswara menuturkan, pihaknya menyampaikan bela sungkawa. Akan tetapi, tahapan pilkades tetap dilanjutkan sesuai jadwal.

“Kita juga segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa cakades nomor urut tiga telah meninggal dunia,” katanya ditemui di kantor desa, Kamis (20/2).

Sementara, untuk surat suara yang telah tercetak dengan gambar lima calon, akan tetap digunakan dan tidak akan diganti dengan pertimbangan waktu. Sebab, proses pemilihan akan segera dilaksanakan beberapa hari ke depan.

“Seandainya nanti ada surat suara yang tercoblos untuk calon nomor tiga itu, panitia akan memasukannya menjadi suara tidak sah,” jelasnya.(dan)