Jadi Tersangka WO Bodong, BJM Berterimakasih

MENYESAL: BJM (27) pemilik Wedding Organizer HLC diringkus Polres Cianjur setelah korbannya melaporkan dugaan penipuan yang dilakukannya. FOTO: Humas Polres Cianjur For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Terduga pelaku kasus dugaan penipuan dengan kedok Wedding Organizer (WO) yang terjadi di Kabupaten Cianjur yakni BJM (27), berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah memberikan kebijaksanaan dalam kondisinya yang tengah hamil. Hal itu diungkapkan wanita cantik ini saat ditetapkan menjadi tersangka di Polres Cianjur, kemarin.

Suami BJM, A (34) turut digelandang ke Mako Polres Cianjur untuk diperiksa sebagai saksi. Kemarin, BJM dimintai keterangannya mengenai kasus yang kini sedang menjerat wanita cantik tersebut. Tak banyak kata yang diucapkan oleh BJM. Dirinya memang akan bersikap kooperatif dengan proses hukum yang berjalan.

“Insya Allah saya harus siap, memang dari kemarin saya kooperatif. Pada saat ada pemanggilan, saya datang juga. Selain itu saya berterimakasih kepada kepolisian memberikan banyak kebijaksanaan dalam kondisi saya yang sedang hamil tua ini,” tuturnya.

Dirinya pun meminta maaf kepada masyarakat yang sudah menjadi korban dari kejadian tersebut. Bahkan dirinya pun berjanji akan kooperatif dan memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Ingin semuanya segera selesai, saya pun punya itikad baik dan dari dulu pun begitu. Saya meminta maaf kepada orang-orang yang merasa dirugikan, saya pasti kooperatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, Niki Ramadhany mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman mengenai keterakaitan pihak lainnya dalam kasus tersebut. Bahkan, BJM sudah berstatus tersangka. “Dalam hal ini, kami masih melakukan pendalaman siapa-siapa saja yang terlibat dalam perkara ini dan statusnya dijadikan tersangka. Dari pengakuan tersangka melakukan hal tersebut sendiri,” ungkapnya.

Sejauh ini, baru dua korban yang melakukan pelaporan secara resmi. Pihaknya pun mengimbau, kepada masyarakat agar diberikan informasi agar pihaknya melakukan jemput bola.

Berkenaan dengan KUHP Pasal 21 ada syarat subjektif dan objektif, sehingga dengan kondisi tersangka dalam kondisi hamil tidak dilakukan penahanan. Namun, tersangka diganjar Pasal 378 dan 372 bahwa tersangka terkena pasal pengecualian dengan alasan-alasan tertentu. “Kami tidak melakukan penahanan, sesuai dengan KUHP Pasal 21 ada sayarat subjektif dan objektif. Karena alasan kemanusiaan, tapi dalam hal ini kita terapkan pasal pengecualian pasal 378 dan 372 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tegasnya.

Selain itu, pihak Polres Cianjur masih mendalami kasus tersebut melalui bukti-bukti serta keterangan dari suami tersangka apakah ada keterlibatan atau tidak. (kim)