DLH Cianjur Sanksi PT QL

SIDAK: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur melakukan pemeriksaan terhadap PT QL Agrofood Sukaluyu mengenai pengolahan limbah. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Perusahaan peternakan ayam petelur PT QL Agrofood Sukaluyu yang beralamat di Kampung Pasir Rawa, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu diberikan sanksi administrasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur. Pasalnya, perusahaan tersebut terbukti melakukan pelanggaran dalam pengolahan limbahnya.

Kepala Seksi Penegakan Hukum (Gakum) DLH Kabupaten Cianjur, Dindin Solihin mengatakan, berdasarkan temuan tim verifikasi DLH Kabupaten Cianjur, PT QL Agrofood Sukaluyu terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata PT QL Agrofood Sukaluyu belum memiliki izin pengelolaan limbah cair serta limbahnya masuk ke Das Citarum,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan, pada tanggal 29 Januari 2020, tim DLH Kabupaten Cianjur mendapat pengaduan dan temuan terhadap perusahaan petelur PT QL Agrofood Sukaluyu. Pelanggraan itu berdasarkan Pasal 72 UU No 32 tahun 2009 dan Pasal 76 No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH.

Karena terbukti melakukan pelanggaran DLH baru memberikan peringatan agar ada itikad baik dari perusahaan untuk melakukan proses izin perbaikan IPAL-nya.

“Jadi baru memberikan peringatan selama tiga bulan agar diperbaiki IPAL dan memproses izinnya,” tuturnya.

Selama tiga bulan, PT QL Agrofood Sukaluyu harus memproses karena pencemaran lingkungan dan tidak memiliki izin. “Bila selama tiga bulan belum selesai, kami akan memberikan sanksi lebih berat lagi. Mulai dari penutupan hingga pidana untuk pemiliknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas PT QL Agrofood Sukaluyu, Mamat menuturkan, memang benar perusahaannya diberikan sanksi administrasi oleh DLH, lantaran IPAL yang dimilikinya bermasalah.

“Memang benar dinas melakukan pengecekan terkait IPAL-nya. kami juga berusaha memperbaikinya yang kata dinas IPAL bermasalah,” tuturnya.

Lanjutnya, selama ini PT QL Agrofood Sukaluyu sudah sesuai. Karena setiap enam bulan sekali ada pengecekan baku air dan IPAL oleh DLH Cianjur dan DLH Provinsi Jabar.

“Kalau untuk IPAL harus diperbanyak dan diperbaiki. Kami akan lihat dulu sarananya cukup apa tidak. Kami juga akan melakukan proses sesuai yang diminta bila memang ada kesalahan,” jelasnya.

Seharusnya, lanjutnya, dinas dengan para pengusaha harus ada kerjasama bila ada pelanggaran. Baik sanksi maupun petingatan harus sesuai proses. “Sehingga para pengusaha mematuhinya,” pungkasnya.(kim)