Pilkada Cianjur : Petahana Makin Banyak ‘Musuh’

Menuju Pendopo

RADARCIANJUR.com – Pendaftaran calon bupati dan wakil bupati semakin marak. Kandidat dari jalur perseorangan terus bermunculan. Bertambahnya calon para penantang petahana ini dinilai menjadi pemicu bagi calon incumbent untuk lebih bekerja keras meyakinkan hati masyarakat.

Pengamat Politik Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Kuswandi mengatakan, dengan banyaknya kandidat pada kontestasi demokrasi daerah tersebut semakin menguntungkan bagi masyarakat.

Pasalnya, dengan banyaknya kandidat, masyarakat memiliki banyak pilihan. Sehingga menjadi pilihan alternatif. “Yang pertama barangkali semakin banyak calon, bagi masyarakat semakin menguntungkan karena banyak pilihan. Sehingga leluasa memilih untuk alternatif yang terbaik dari yang baik,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, kandidat yang bertambah tidak berpengaruh buruk bagi petahana yang kembali maju di Pilkada 2020. Hal tersebut, menjadikan pemicu untuk bekerja lebih keras lagi dan harus meningkatkan kinerja agar mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Tidak hanya berlaku bagi pihak petahana. Hal tersebut berlaku bagi calon lainnya untuk lebih giat dalam mengambil hati masyarakat.
“Bagi petahana, justru harus lebih giat lagi menunjukkan kinerja yang lebih baik. Namun berlaku juga untuk kandidat lainnya, hal tersebut agar bisa meyakinkan masyarakat,” jelasnya.

Dirinya menilai, tingkat kerawanan bukan dari banyaknya kandidat. Justru hal tersebut bisa diminimalisir oleh kandidat dan tim sukses (timses) agar memberikan pemahaman kepada pendukung kandidat. “Sebenarnya tingkat kerawanan biasanya tergantung dari sejauh mana para calon memberi pemahaman kepada pendukungnya. Kuncinya ada di para calon dan timses, agar selalu mengikuti peraturan yang ditentukan. Kerawanan itu dipicu oleh inkonstitusional atau keluar dari aturan main,” tutupnya.

Sementara itu, penyerahan berkas bakal calon perseorangan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 sudah berakhir tadi malam. Di Kabupaten Cianjur, sebanyak dua calon sudah memberikan berkas untuk dukungan perseorangan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur.

Setelah dua kandidiat, masih ada satu penantang lagi dari jalur perseorangan yang kabarnya akan menyerahkan dokumen tadi malam. Dari informasi terhimpun, bakal calon perseorangan akan tiba pada pukul 20.00 WIB. Namun, hingga pukul 21.00 WIB bakal calon perseorangan belum tiba.

“Kalau konfirmasinya akan datang pada pukul 20.00 WIB, tapi belum datang lagi. Kan sudah ada dua bakal calon perseorangan yang sudah memberikan berkas, satu sedang diperiksa atau diverifikasi. Rencananya dua lagi akan memberikan malam ini (tadi malam, red), yang susah konfirmasi baru satu dan satu lagi belum,” ujar Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Selly Nurdiah.

Pihaknya pun masih menunggu kedatangan bakal calon perseorangan di hari terakhir tersebut hingga pukul 00.00 WIB. “Ya kita tunggu hingga pukul 00.00 WIB, karena kan ini (tadi malam) hari terakhir penyerahan berkas dukungan perseorangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok pun turut melakukan pengecekan pelaksanaan penyerahan berkas bakal calon perseorangan di KPU Kabupaten Cianjur.

Ia mengungkapkan, kedatangannya hanya memonitor guna memastikan berjalannya penyerahan berkas bakal calon perseorangan. Di Provinsi Jawa Barat, ada delapan kota dan kabupaten yakni Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Depok dan Kabupaten Karawang.

“Kami dari provinsi hanya melakukan monitoring untuk memastikan di hari terakhir ini calon perseorangan yang menyerahkan untuk syarat dukunagn calon di delapan kota dan kabupaten ini sudah sejauh mana. Apakah sudah ada yang menyerahkan, ada yang perbaikan, atau kemudian ada juga yang tidak menyerahkan sama sekali?,” terangnya.

Menurutnya, kebanyakan di delapan kota dan kabupaten yang melaksanakan Pilkada 2020 di Provinsi Jawa Barat rata-rata para bakal calon perseorangan menyerahkan berkas di hari terakhir. Selain itu, Kabupaten Cianjur lebih cepat dalam pemeriksaan berkas dukungan perseorangan dibanding Kabupaten Indramayu. “Di Cianjur ini termasuk paling cepat pengecekan berkas dukungan perseorangan dibanding lainnya seperti Indramayu. Cianjur ini hanya memakan waktu kurang lebih lima jam,” ungkapnya.

Lanjutnya, yang saat ini jadi fokus KPU Provinsi Jawa Barat adalah mengenai minat pemilih yang kurang dari 60 persen. Seperti pada Pilkada 2015 hanya 54 persen, sehingga saat ini KPU Provinsi Jawa Barat memfokuskan minat pemilih.(kim)