Pilkades Cianjur : Massa Simpatisan Ontog Kantor Desa

DATANG MALAM-MALAM: Massa simpatisan calon kepala Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong nomor urut 2, Bubun Sutarya mempertanyakan kebijakan panitia pilkades yang dinilai rancu. FOTO: FADILAH MUNAJAT/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Tak puas dengan kinerja panitia, puluhan massa simpatisan calon kepala Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong nomor urut 2, Bubun Sutarya mendatangi kantor kepala desa setempat, malam hari (23/1).

Kedatangan massa ke kantor kepala desa, membuat panitia Pilkades harus menunda sementara proses pleno penghitungan surat suara. Sejumlah aparat dari unsur TNI, Polri dan Satpol PP tampak bersiaga di kantor kepala Desa Gekbrong.

Tim Advokasi calon Kades Gekbrong nomor 2, Yosef Luturyali mengatakan, banyak kebijakan panitia Pilkades yang dinilai rancu di antaranya regulasi yang dibuat tidak dibuat secara matang dan banyak DPT ganda. “Dalam regulasi tidak ada sanksi yuridisnya, yang dalam hal ini penyelesaianya seperti apa, dan bentuk sanksi apa jika terjadi kecurangan-kecurangan,” tanyanya.

Namun ia membantah jika kedatangannya ke kantor kepala Desa Gekbrong untuk memprotes kebijakan panitia. “Itu (aksi protes) hanya salah paham. Kedatangan kami ke sini hanya untuk menyaksikan pleno penghitungan suara,” tuturnya.

Camat Gekbrong, Pujo Nugroho mengatakan, kedatangan masa simpatisan nomor urut 2 ke kantor Kepala desa Gekbrong hanya untuk konfirmasi tentang proses Pilkades di Gekbrong. Massa sudah membubarkan diri secara tertib setelah diberi penjelasan-penjelasan oleh pihak panitia Pilkades. “Sebebarnya yang disampaikan oleh massa sudah disampaikan kepada para calon. Seperti, masyarakat yang tidak mendapat undangan, bisa menyalurkan hak pilihnya jika memiliki KTP setempat,” ujar Pujo.

Lima petahana dari tujuh desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Gekbrong tumbang (23/2). Kelimanya dinilai gagal kembali mendapat kepercayaan dari warganya.

Lima petahana di Kecamatan Gekbrong dimulai dari calon kepala desa petahana di Sukaratu H Hamdan. Ia dikalahkan oleh H Ojang Muflihudin. Di Desa Cintaasih, calon petahana Obay dikalahkan oleh Dedi Kusmara.

Di Desa Bangbayang, calon petahana Hilmanudin dikalahkan oleh Ade Yusuf. Desa keempat yaitu Desa Songgom. Calon petahana Wahyudin dikalahkan oleh Ade Suryati. Terakhir, Desa Cikahuripan calon petahana Irwan Kustiawan dikalahkan H Tubagus M Daud SY.

Hanya dua petahana yang melenggang menjadi kades kembali. Pertama, Desa Gebrong calon petahana Dadang Hikmat Sudarni dan Desa Kebonpeuteuy, Lilis Maryamah kembali mendapat kepercayaan dari warganya untuk memimpin satu periode kedepan.

Camat Gekbrong, Pujo Nugroho mengatakan, sejak pukul 07:00 WIB dilaksanakan pemilihan, di masing-masing TPS, pelaksanaan Pilkades serentak di Kecamatan Gekbrong berjalan kondusif. “Tidak terjadi laporan adanya hal-hal yang tak diinginkan dari setiap TPS,” kata Pujo.

Ia menambahkan, tingkat kehadiran masyarakat secara keseluruhan dari tujuh desa yang melaksakan Pilkades mancapai 80 persen. Hal ini menandakan tingkat partisipasi masyarakat pada perhelatan Pilkades ini cukup tinggi. “Pemilihan kepala desa, jarak antara yang dipilih dengan yang memilih cukup dekat, sehingga satu sama lain ada keterkaitan emosional,” ujarnya.

Perhelatan Pilkades 2020 di Kabupaten Cianjur diklaim berjalan kondusif. Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, Danramil 0608-01/Cianjur Kota, Kapten Inf Dadang Sopian dan jajaran Polres Cianjur melakukan pemantauan kesiapan ke tiga TPS yakni Desa Nagrak, Desa Ciendeur dan Desa Sirnagalih pada Sabtu (22/2).

Kegiatan ini bukan merupakan patroli, namun hanya memantau kesiapan. Sementara patroli dilakukan oleh Brimob Polda Jawa Barat dengan anggota Polres Cianjur. “Ini bukan patroli, hanya melakukan pengecekan mengenai kesiapan TPS. Kita hanya mengambil sample saja di beberapa TPS, kalau patroli itu dilakukan oleh Brimob Polda Jabar dan anggota Polres Cianjur,” ujarnya.

Lanjutnya, titik rawan hanya demografi. Yakni jauhnya pantauan dari Polres Cianjur, namun sudah diantisipasi dengan menempatkan anggota yang BKO. “Titik rawan sudah kita antisipasi, rawannya itu hanya demografi saja yakni jaraknya jauh dari Polres Cianjur dengan letak yang jauh, makanya kita tempatkan anggota yang BKO,” tuturnya.

Menurutnya, kerawanan tersebut karena antar pendukung calon saling berdekatan satu sama lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Cianjur sudah menempatkan pasukan agar bisa diminimalisir. “Kita imbau kepada masyarakat, jangan tergiur money politik, jangan sampai ada perkelahian dan juga perjudian. Antar pendukung harus menerima menang atau kalah,” harapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur melakukan kunjungan sekaligus pencoblosan kemarin di TPS 5 Gedung PGRI Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur. “Pelaksanaan Pilkades ini diikuti oleh 247 desa dari sebelumnya 248, dikarenakan satu desa gugur. Insya allah masyarakat Cianjur hari ini (kemarin, red) lancar melaksanakan pemilihan,” ungkapnya.

TPS pada Pilkades 2020 kali ini menggunakan metode yang mendekatkan ke masyarakat, sehingga masyarakat tidak jauh untuk datang ke TPS.
“Saat ini kita melihat metode yang dijalankan untuk pemilihan lebih mendekatkan TPS dengan masyarakat, sehingga TPS-nya tidak hanya satu. Lebih memudahkan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi pilkades di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur nampak berjalan dengan lancar dan kondusif. Salah satunya seperti yang terpantau di TPS 05 desa Nagrak, Kecamatan Cianjur. “Alhamdulillah, Pilkades berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa ada kendala apapun sesuai yang diharapkan oleh semuanya,” terang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, Mochammad Usman.

Untuk jumlah data pemilih di TPS 04 yakni sebanyak 1498 dengan rincian yakni data pemilih laki-laki sebanyak 748 orang dan data pemilih perempuan yakni sebanyak 750 orang.

Untuk data pemilih yang ganda, meninggal dunia, tidak dapat dihubungi dan pindah yakni sebanyak 269. Sedangkan untuk peserta pemilih yang jompo maupun tuna daksa sebanyak empat orang. “Itu data keseluruhan yang sudah kami laporkan ke KPU Kabupaten Cianjur dan untuk peserta yang jompo maupun tuna daksa kita bantu untuk memilih,” ujarnya.

Menurut dia, untuk data peserta pemilih tahun sekarang mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya yakni sekitar 10 persen. “Karena kondisi tersebut masyarakat diwilayah desa Nagrak ini sudah mengalami pertambahan jumlah penduduk. Sehingga secara mengalami penambahan jumlah yang secara signifikan,” ujarnya. (dil/kim/riz)