Riko Bocah 2 Tahun Asal Sukanagara Hilang Selama 4 Hari

NIHIL: Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Riko, bocah dua tahun yang hilang usai menghadiri hajatan pernikahan warga. Ia diduga tercebur ke Sungai Cibala, di Kampung Sasak Anyar RT 01/03, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kamis (20/2) lalu. Sampai dengan hari keempat, proses pencarian di sepanjang aliran sungai dan di hutan sekitar masih belum menemui hasil.

RADARCIANJUR.com – Proses pencarian Riko, bocah 2,5 tahun warga Kampung Sasak Anyar RT 01/03, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara sudah memasuki hari keempat. Sayangnya, bocah malang itu belum ditemukan.

Saat ini, tim SAR gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur dan Relawan Tanggap Bencana (Retana) dibantu tim SAR Kantor Bandung serta TNI/Polri, masih terus melakukan pencarian.

Pencarian pun tidak hanya dilakukan di sepanjang aliran Sungai Cibala. Tapi juga di hutan sekitar lokasi terakhir korban dilaporkan hilang.

Sekretaris BPBD Kabulaten Cianjur, Irfan Sofyan mengatakan, pencarian di dua lokasi itu untuk mengantisipasi kemungkinan korban hanyut atau tersesat di hutan.

“Petugas masih melakukan pencarian, belum diketahui kalau Riko terbawa hanyut atau tersesat di hutan,” katanya, Minggu (23/1).

Sebelum dilaporkan hilang, bocah malang itu kali terakhir terlihat bermain di belakang panggung acara hajatan pernikahan warga setempat.

“Setelah beberapa jam kemudian orangtuanya, Jujun dan Yani kaget karena anakanya tak kunjung kembali,” ujarnya.

Sesaat setelah menghilang, orangtua dan warga setempat sudah berusaha mencari. Namun usaha itu nihil. “Dikhawatirkan Riko turun dari panggung dan main ke sungai Cibala, karena lokasi terakhir Riko terlihat tak jauh dengan Sungai Cibala,” katanya.

Lanjut Irfan, proses pencarian korban masih akan diteruskan dengan sampai dengan hari ke lima. “Jika masih tidak ditemukan, batas waktu pencarian ditambah,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah. Pencarian pun dilakukan dari lokasi terakhir sampai dengan jarak 21 kilometer masuk wilayah Kecamatan Takokak.

“Hingga pukul 16.00 WIB hasil pencarian masih nihil,” ungkap Deden.

Deden menyebut, hujan deras yang terus mengguyur menjadi kendala tersendiri dalam pencarian. Akibatnya, medan pun menjadi cukup sulit untuk ditembus.

“Tapi tetap kami cari. Semoga bisa secepatnya ditemukan,” pungkasnya.(dil/tim)