Partisipasi Pemilih Pilkades Rendah

RADARCIANJUR.com – Partisipasi aktif warga dalam keikutsertaan memilih pemimpin pemerintahan, termasuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) selayaknya bisa lebih tergugah. Tetapi berbeda dari hasil yang terlihat di sejumlah desa yang ada di wilayah Cianjur Utara, Minggu (23/2) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah desa seperti Sukatani, Cipanas, Cibadak, dan Desa Palasari. Hasil partisipasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) beragam. Persentasenya berkisar 50, 60 persen, hingga 75 persen.

Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Sukatani Kecamatan Pacet, Esep mengungkapkan, di TPS 1 saja, dari total DPT yang ada sebanyak 1360, hanya 937 pemilih yang datang ke bilik suara. Sedangkan TPS 2, dari 1315 DPT, hanya 859 pemilih yang datang.

“Iya ada beberapa TPS yang sedikit. Tapi angkanya beragam. Jika diakumulasikan hanya sekitar 50 persen lebih pemilih yang ikut partisipasinya,” katanya.

Ia menambahkan, berbeda dengan yang terjadi di TPS 3. Dari jumlah 1911 DPT, yang datang mencapai 1232 pemilih. Sedangkan di TPS 4, 1753, yang hadir sebanyak 1199 pemilih. “Bahkan ada juga di TPS 5, yang datangnya hanya sebagian dari jumlah DPT,” tambahnya.

Terpisah, Panitia Pilkades Palasari, Dodi Rahmat mengatakan, untuk partisipasi masyarakat di Pilkades kali ini memang dalam keadaan sedikit menurun. Karena menurutnya, kemungkinan besar dari pemilih ada urusan kerja atau memang lagi di luar kota. Sehingga tidak bisa hadir dan memilih di Pilkades Palasari.

“Mudah-mudahan masyarakat Palasari khususnya, dan umum kepada warga Kabupaten Cianjur, bisa lebih semangat dalam memilih calon kepala desa. Sebab, ini menyangkut hajat semua warga di desanya masing-masing,” ujarnya.

Pengamat Politik Universitas Suryakencana Cianjur, Dedi Mulyadi mengatakan, konteks partisipatif masyarakat terhadap pemilihan kepala desa ini merupakan bagian dari polarisasi atau salah satu ukuran keterlibatan masyarakat dalam kontestasi memilih pemimpin.

Akan tetapi jika partisipatif ini dianggap kurang begitu baik, memang metode pemilihan kepala desa kali ini secara teknis dan pelaksanaan sosialisasi oleh pihak panitia serta pemerintah dinilai kurang begitu maksimal.

“Yang jadi masalah adalah sebetulnya sosialisasinya yang kurang maksimal. Maka Pilkades kedepan mekanisme sosialisasi harus lebih bersinergi dan baik,” katanya.

Menurut Dedi, yang harus melakukan sosialisasi itu ada diantaranya panitia pemilihan kepala desa dan Pemerintah daerah. Karena ini merupakan hajat dari pemerintah daerah setempat. Walaupun dengan anggaran dan rentan waktu yang tidak begitu banyak. Sehingga hasilnya tidak maksimal.

“Ini yang harus menjadi perhatian penting. Karena hasil kali ini masyarakat juga tidak begitu banyak datang untuk memilih,” ujarnya.

Jadi artinya yang akan datang adalah tentang sosialisasnya. Karena problem hari ini menurutnya adalah lemahnya sosialisasi. Yang pada akhirnya masyarakat tidak begitu banyak aktif untuk datang ke tempat pemungutan suara.

“Maka harapan kami ketika sosialisasi dan teknis pelaksanaan pilkades itu diperbaiki dan dievaluasi maka partisipatif masyarakat dan kelangsungan Pilkades ini bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial mengatakan, pihaknya masih belum menerima semua laporan dari desa yang ada di Cianjur ini. Jadi belum bisa memastikan secara akumulatif semua, berapa persentase partisipasi masyarakat.

“Iya beda-beda tiap desa. Paling kisaran 60 sampai dengan 80 persen partisipasinya,” kata Danial saat dikonfirmasi.

Pihaknya juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mengunakan hak pilihnya. “Alhamdulilah Pilkades di Cianjur berjalan lancar dan aman,” singkatnya.(dan)