Penerbangan ke Arab Saudi Distop, Travel Umrah Cianjur Kena Imbas

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umrah kepada 22 negara termasuk dari Indonesia.

Pasalnya, saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang mengantisipasi masuknya penyebaran virus corona atau virus Covid-19. Sehingga beberapa travel di Indonesia harus merubah jadwal kembali bagi jamaah yang akan melakukan umrah.

Imbas tersebut pun turut dirasakan oleh beberapa perusahaan travel dan umrah yang ada di Kabupaten Cianjur.

Owner Travel Umrah PT Gaido Azza Darussalam Indonesia, Ahmad Yani mengungkapkan, dengan penutupan oleh Pemerintah Arab Saudi tersebut menunda sejumlah pemberangkatan jamaah pada bulan Maret mendatang.

Pihaknya pun langsung bergerak cepat untuk menginformasikan kepada 60 jamaah yang akan berangkat pada bulan depan dan memberikan pengertian terhadap para jamaah.

“Sudah komunikasi, rencananya 60 jamaah itu bakal berangkat bulan depan. Tapi sudah disampaikan kalau kebijakan ini berjalan panjang, maka kemungkinan akan ditunda,” ujarnya.

Peralatan seperti koper beserta perlengkapan untuk jamaah umrah yang akan berangkat pada bulan depan sudah disediakan. Bahkan, pihaknya sudah membooking hotel dan paket makan.

Namun, dengan adanya kebijakan tersebut yang tidak diimbangi dengan kebijakan lainnya khususnya bagi perusahaan travel yang sudah melakukan booking. Sehingga pihaknya mendapatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Kalau bisa kan yang sudah dibooking uangnya dikembalikan atau dari hotel dan jasa penyedia makan juga menunda tidak dihanguskan begitu saja. Jika begitu tidak akan ada yang dirugikan,” ungkapnya.

Senada diungkapkan, Direktur Travel Umrah PT Krisma, Saleh Ihsan, jika sejumlah jamaah yang akan berencana berangkat umrah pada tanggal 10 Maret 2020 terpaksa harus dibatalkan.

Namun, untuk jamaah yang akan berangkap di tanggal 24 Maret 2020 belum ditentukan penundaannya. Pasalnya, diharapkan kebijakan yang ditempuh Pemerintah Arab Saudi bisa dicabut secepatnya.

“Yang sudah pasti tidak akan berangkat yang tanggal 10 Maret. Tapi sudah dikembalikan, karenakan kalau kami ada sistem asuransi. Mengingat ini juga bukan kesalahan dari travel,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, pihak Pemerintah Arab Saudi dapat memberikan pengecualian untuk Indonesia. Itu dikarenakan belum adanya kasus corona yang ada di Indonesia. Selain itu, pencekalan tersebut pun bisa secepatnya dicabut.

“Terlebih negara kita ini negara dengan umat muslim terbanyak, sehingga diharapkan bisa ada pengecualian,” harapnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Siddiq Amanah Wisata, Mochamad Permana melalui Pembimbing Tetap Siddiq Amanah Wisata Cianjur, Saeful Bachri menjelaskan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) mengenai antisipasi penyebaran virus corona oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Kita sudah menerima salinan surat dari Kedubes RI dan Pemerintah Arab Saudi, saat ini kita dalam posisi menunggu perkembangan terbaru dari Kementerian Haji Arab Saudi dengan,” paparnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) untuk langkah selanjutnya. Menurutnya, kebijakan ini merupakan hal sementara, sehingga pihaknya hanya bisa menunggu kebijakan dari Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

“Tetap kita berkoordinasi dengan asosiasi Himpuh untuk menentukan langkah selanjutnya, jika dilihat ini merupakan kebijakan yang bersifat sementara, sehingga kita hanya bisa menunggu kebijakan baru dari KSA,” terangnya.

Adapun langkah dari pihak travel kepada para jemaah yang akan berangkat yaitu menginformasikan untuk menunda keberangkatan sampai waktu yang belum ditentukan dan merescehedule tiket sampai kebijakan dicabut. “Kebetulan jemaah kami dari Cianjur sudah berangkat minggu-minggu kemarin,” terangnya.

Begitupun kalau jemaah yang sudah berangkat akan aman dan mengikuti program yang sudah ditentukan
. “Alhamdulillah jadi tidak mengganggu, hanya melarang pendatang Umrah per tanggal 27 Februari 2020,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku mengalami kerugian materi, waktu, tenaga dan beban moril terhadap jemaah. “Tapi Alhamdulillah untuk Khazzanah sendiri tidak terlalu signifikan untuk kerugian materi, karena di akhir bulan ini tidak ada grup keberangkatan,” tambah Saeful.

Linawati (35) salah satu jamaah umrah Siddiq Amanah Wisata mengungkapkan, dirinya tidak mempermasalahkan penundaan pemberangkatan tersebut. Menurutnya, ini merupakan kebaikan bagi semuanya.

“Alhamdulillah tenang-tenang aja, bagi saya ini untuk kebaikan kita juga, daripada dipaksakan malah menjadi bahaya dan ini kan bukan merupakan kesalahan travel,” ujarnya.

Dirinya yang akan berangkat pada bulan maret pun tidak mempermasalahkan jika memang harus dilakukan penjadwalan ulang setelah mendapatkan kepastian dari Pemerintah Arab Saudi.

(kim)