Panwascam Jangan Bermain Api, Polres Ultimatum Jangan Ada Suap

WANTI-WANTI: Polres Cianjur melalui KBO Reskrim memberikan arahan terkait undang-undang tindak pidana korupsi di kawasan Pacet, kemarin. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com -Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto melalui KBO Reskrim Polres Cianjur, Iptu Sianipar mewanti-wanti dan mengingatkan kepada seluruh Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Cianjur agar tidak melakukan hal-hal yang berbau korupsi terkait dengan kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 nanti.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat kerja (Raker) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur tentang pembinaan SDM dan kesekretariatan, di salah satu hotel di Pacet, Senin (9/3). “Apabila melakukan korupsi seperti gratifikasi penerimaan suap untuk memenangkan salah satu paslon tertentu, itu akibatnya akan dihukum menurut undang-undang tindak pidana korupsi,” terangnya saat ditemui usai memberikan materi.

Sianipar menjelaskan, pasal gratifikasi Undang-undang tahun 2001 perubahan 3199 tentang tindak pidana korupsi pun disampaikan secara jelas. Disamping, apabila ada hal-hal yang terkait dengan tindak pidana yang diatur dalam undang-undang Pilkada 10, tahun 2016 terkait dengan money politik, perusakan alat peraga kampanye (APK), data palsu. “Kita akan proses melalui sentra gakkumdu Kabupaten Cianjur dengan tujuan supaya Pilkada 2020 di Cianjur ini berjalan dengan aman lancar tidak ada hal-hal yang negatif,” ujarnya.

Dengan adanya penyampaian materi terkait hukum tindak pidana korupsi tersebut, pihaknya sangat berharap, para panwascam dan sekretariat memahami dan memiliki bekal pengetahuan tentang hukum-hukum pelanggaran yang bisa saja terjadi kepada salah satu penyelenggara pemilu itu. “Untuk saat ini kita belum menduga adanya penyelenggara yang terindikasi tindak pidana. Karena masih belum kepada tahapan-tahapan penetapan calon. Jadi, belum ada indikasi ke arah sana,” tuturnya.

Pihak kepolisian pun akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terindikasi melakukan pelanggaran, sesuai dengan undang-undang No 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Termasuk sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh bersangkutan. “Kita tidak ada kompromi dengan penegakan hukum di Pilkada ini. Termasuk kemarin yang Pemilu juga, semua kita tidak tegas. Tidak ada yang kita selewengkan,” jelasnya.

Tak lupa, Polres Cianjur pun menyampaikan himbauan kepada masyarakat. Bahwa warga Cianjur itu harus cerdas. Tolak tegas apabila ada yang memberi sesuatu untuk mengarahkan kepada salah satu paslon tertentu. “Kita itu harus berani menolak dan jangan tergiur dengan uang yang tidak begitu besar, lantas nanti mencederai pesta demokrasi,” pungkasnya. (dan)