Korona di Cianjur : 4 PDP, 18 ODP Termasuk Dirut PDAM

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kepulangan sejumlah direktur PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur dari lawatan ke Eropa menambah daftar panjang Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Cianjur. Jumlah ODP Korona di Cianjur sebanyak 18 orang. Selain ODP, ada empat orang Pasien Dalam Pengawasn (PDP).

Dari Empat PDP itu, dua sudah menjalani pemeriksaan dan diperbolehkan pulang oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Rotinsulu Bandung. Sementara dua orang lainnya yakni, satu dalam isolasi di RSHS Bandung dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur.

Dari informasi yang didapat, pasien yang dalam isolasi di RSUD Sayang memiliki riwayat perjalanan setelah melaksanakan umroh. “Saat ini ada empat, dua orang sudah menjalani perawatan dan pulang. Tinggal dua orang yakni diisolasi di RSHS Bandung dan RSUD Sayang yang baru pulang umroh,” ujar Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19, Dr Yusman Faisal.

Sementara informasi dua warga Kabupaten Cianjur dari Selatan belum mendapatkan kejelasan dan masih menelusuri kronologisnya. Pasalnya, informasinya langsung divonis ODP.

“Kalau yang di Cijati dan Cikadu belum jelas, kita masih menelusuri kronologis. Karena sebelum ada ODP harusnya ada PDP dulu, ini kan tiba-tiba langsung ODP. Makanya kita telusuri dulu benar gak kriteria ODPnya,” ungkapnya.

Secara jelas, lanjutnya, ODP memiliki gejala namun belum ada gangguan pernapasan dan hanya kontak dengan yang suspek. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sudah ada gangguan pernapasan atau sudah kontak dengan yang berstatus positif.

Saat ini, pihaknya akan mengupayakan untuk pengadaan alat pengecekan sampel agar lebih bisa memastikan status pasien yang diisolasi atau dalam perawatan.

Di sisi lain, Plt Bupati Cianjur membenarkan mengenai berita sebelumnya mengenai pasien yang meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) positif terkena virus korona.

Terdapat 50 orang warga Cianjur yang berinteraksi dengan pasien yang meninggal tersebut dan saat ini 40 orang diantaranya sudah melewati masa kritis selama 14 hari serta dinyatakan sehat. Sementara 10 orang lainnya masih dalam pengawasan.

“50 warga Cianjur yang kemarin berinteraksi dengan pasien yang meninggal kemarin, 40 diantaranya sudah lewat masa kritis dan 10 orang masih dalam masa pengawasan,” ujarnya.

Selain itu, saat ini terdapat empat orang pasien yang sedang dalam pengawasan di RSUD Sayang Cianjur dan dua orang pasien di RSUD Pagelaran Cianjur Selatan. Namun keenam orang tersebut belum dinyatakan positif tapi masih dalam pengawasan.

Pemkab Cianjur Saat ini mengikuti arahan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta menjadikan fatwa MUI Pusat sebagai pedoman. “Kita tidak melarang umat islam untuk solat berjamaah di masjid, hanya mengimbau kepada yang sedang sakit atau ada gejala yang dikhawatirkan terjangkit penyakit untuk terlebih dahulu tidak melaksanakan solat berjamaah di masjid,” terangnya.

Bahkan Pemkab Cianjur akan menyediakan teks khutbah jumat yang nantinya dibagikan ke DKM-DKM terkait dengan imbauan menjaga kebersihan dan pentingnya kewaspadaan terhadap Covid-19.

Dalam upaya penekanan penyebaran virus tersebut, Pemkab Cianjur pun memerintahkan pegawai negeri sipil (PNS) eselon empat ke bawah melakukan pekerjaan di rumah atau work from home.

“Jadi PNS yang eselon empat ke bawah itu melakukan pekerjaan di rumah, jangan dulu keluar rumah kecuali keperluan mendadak. Agar terpantau, setiap PNS wajib melaporkan terhadap atasannya seperti kabid dengan mengirimkan lokasi melalui WA,” jelasnya.

Sementara, lima pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur yaitu PDAM Tirta Mukti melakukan pelesiran ke eropa di saat wabah virus korona sedang dalam kondisi yang diwaspadai, lima pejabat tersebut yakni Direktur Utama, Direktur Umum, Kepala Bagian Produksi, Kasubag Kas dan Staf Produksi beserta istri-istrinya.

Dari informasi yang diterima, keberangkatan awal pejabat teras tersebut mengajukan cuti untuk melakukan umroh. Namun dikarenakan sementara waktu umroh sedang ditutup, para pejabat ini pun akhirnya bertolak ke eropa.

Bahkan saat ini tersebar video yang memperlihatkan pejabat tersebut dalam kondisi yang sangat bahagia. Mendapatkan kabar tersebut, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman langsung meminta kepada jajaran pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun untuk segera pulang ke Indonesia pada tanggal 19 Maret 2020 kemarin.

Sebagai langkah antisipasi, dirinya pun memerintahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk langsung berkoordinasi dengan pihak Bandar Soekarno-Hatta agar mendapatkan penanganan terlebih dahulu yakni karantina.

“Mereka tidak peka terhadap situasi yang saat ini terjadi, memang berangkatnya sebelum ada instruksi dari saya. Hanya, saya menyesalkan keberangkatan tersebut,” ujarnya.

Dirinya pun tidak mengetahui dan bahkan tidak memberikan izin keberangkatan ke eropa. Bahkan, saat ini Pemkab Cianjur belum mendapatkan kabar mengenai kondisi terkini lima pejabat tersebut.

Dirinya pun menegaskan, seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dilarang melakukan perjalanan keluar daerah jika tanpa seizin dari orang nomor satu di Cianjur. Terkecuali keadaan darurat akan diperbolehkan. “Semua pejabat yang ada di Pemkab Cianjur tidak boleh berpergian kecuali atas izin dari saya,” tegasnya.

Dalam mengantisipasi membawanya ‘oleh-oleh’, dirinya memperketat pengecekan semua pejabat PDAM dan bahkan agar di rumahkan di Jakarta untuk dilakukan karantina.

“Dari subuh Dinas Kesehatan sudah ke bandara agar segera melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan kita meminta untuk dirumahkan terlebih dahulu di Jakarta, dikhawatirkan membawa ‘oleh-oleh’ dari sana,” tuturnya.

Sementara itu, Plh PDAM Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara jelas keberangkatan ke eropa. Bahkan untuk cuti yang diberikan bukan dari pihak PDAM namun dari dewan pengawas, sementara non direksi sudah diproses melalui bagian umum.

“Kalau pergi kemananya saya kurang tau percis dan untuk cuti itu bukan di internal kita, tapi ke dewan pengawas kecuali yang tiga orang non direksi itu sudah diproses ke bagian umum,” ungkapna.

Berdasarkan informasi PDAM Tirta Mukti Cianjur, lima orang tersebut memang mengajukan untuk umroh dan mengambil cuti bersama. “Kalau untuk kepulangan jelasnya, kita belum mendapatkan informasi selanjutnya. Kalau terakhir lagi mengurus kepulangan,” jelasnya.

(kim)