Cara SMP Islam Kreatif Berikan Pelajaran Kepada Siswa Lewat Sistem Daring

DARING: Salah satu siswa SMP Islam Kreatif saat belajar lewat Online.

RADARCIANJUR.com-Untuk memudahkan siswa belajar di rumah secara Online atau sistem daring. SMP Islam Kreatif menyarankan siswa untuk melakukan pembelajaran di aplikasi Google From.

“Dalam aplikasi itu sudah termuat beberapa materi pelajaran, ada yang berbentuk video, ulasan materi maupun berbentuk tugas . Sehingga akan tersambung dengan materi pembelajaran yang diinginkan maupun sesuai diberikan oleh guru,” jelas Kepala SMP Islam Kreatif, Suroto.

Suroto menuturkan, untuk tema pembelajaran yang diberikan kepada siswa tidak akan sama . Sebab akan berganti- ganti setiap minggunya, misalkan untuk tema minggu sekarang adalah p3mbelajaran literisasi, yang mana pada hari Senin hingga Jumat sekolah akan membebankan tugas kepada anak hanya satu mata pelajaran saja, serta tema berikutnya.

“Jadi dalam satu minggu anak akan belajar mengenai literasi seperti literasi bahasa , sok itu bahasa Indonesia, Sunda, Arab, serta bahasa Inggris,” tuturnya.

Kemudian lanjutnya, setiap pelajaran itu menggunakan materi yang berbeda-beda , ada yang menulis cerita, membaca puisi , membuat puisi percakapan bahasa Arab dengan orang tuanya atau Spling Bee, menghafal kata- kata bahasa Inggris yang ada di rumah, serta menulis cerita dengan bahasa Sunda,” terangnya .

Sedangkan, untuk khusus untuk hari Jumat, tugas yang diberikan kepada siswa berupa membaca Al-Quran dan menghafal surat – surat pendek juz 30. “Semuanya itu berbentuk video dan diserahkan ke guru pembimbingnya masing- masing,” ujarnya.

Sementara itu, ditanya soal kendala dalam penggunaan sistem daring dengan menggunakan media online, sepeti jaringan internet loading. Pihaknya mengungkapkan, bahwa masalah seperti itu tentu ada, seperti sinyal tidak terhubung . Namun, dalam hal ini dengan kemajuan teknologi belajar bisa dibuka kapan saja dan di mana saja.

“Jadi anak belajarnya bisa dimana saja dan tidak harus jam itu melainkan jam- jam tertentu. Sehingga anak- anak itu sudah terbiasa dengan pembelajaran sistem online sewaktu masuk sekolah, karena anak- anak sudah terbiasa belajar menggunakan aplikasi Google From. Jadi insya Allah ke depannya dengan adanya kegiatan yang sifatnya darurat seperti ini materi tidak akan pernah terhambat tersampaikan ke siswa,” katanya.

Suroto menambahkan, sementara itu, untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar. Guru disarankan membuat video pembelajaran, kemudian disampaikan melalui WhatsApp.

“Dengan kondisi darurat seperti saat ini, siswa tidak boleh patah semangat belajar, serta disarankan siswa makan makanan yang bergizi, dan selalu jaga kebersihan,” pungkasnya.(riz)