JNE Kirim 10 Ribu Masker untuk Paramedis Covid-19 ke Seluruh Indonesia

SOSIAL: Staf dan Karyawan JNE tengah menyalurkan bantuan 10 ribu masker bagi Paramedis Covid-19.

RADARCIANJUR.com-JNE bantu salurkan 10 ribu masker ke 25 rumah sakit rujukan pasien korona di berbagai kota di Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Masker-masker untuk para tenaga medis tersebut tersedia berkat kegiatan penggalangan donasi lewat Platform Online kitabisa.com oleh Adib Hidayat yang merupakan seorang penulis dan pengamat musik Indonesia.

Kolaborasi antara Adib Hidayat dan JNE ini dilakukan karena masker adalah salah satu alat pelindung diri (APD) utama para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam mengatasi pandemi corona. Oleh karena itu, bantuan masker ini khusus ditujukan untuk para dokter, perawat, sopir ambulans, dan sebagainya, yang bertugas langsung menangani pasien dengan status positif terinfeksi korona.

Kerjasama ini juga dijalankan karena tingkat kebutuhan masker sangat tinggi oleh para tenaga medis di berbagai rumah sakit, sehingga persediaannya terus menipis, atau bahkan kurang. Padahal, penggunaan masker sangat penting agar para tenaga medis tersebut tidak tertular oleh virus korona dari pasien yang terinfeksi.

Ribuan masker bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Adib Hidayat di kediamannya yang berada di Kelapa Dua, Depok. Tim khusus dari JNE Depok pun melakukan Pick Up langsung agar masker-masker tersebut dapat segera didistribusikan kepada tenaga medis yang membutuhkan.

VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, hal itu dilakukan upaya memerangi pandemi virus korona atau Covid-19, yang harus dilakukan dengan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak di beragam bidang.

“Dengan bersinergi maka JNE optimis semangat “Bersama-sama Kita Buat Indonesia Sehat” dapat terwujud dan memberi manfaat mau pun dampak positif yang luas,” katanya.

Sejalan dengan Eri, Adib Hidayat pun menyampaikan, harus bergerak bersama dengan berdonasi bantu menyediakan alat perlindungan diri bagi tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan korona.

“Saat kita beristirahat di rumah, ada dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain yang sigap merawat pasien korona. Resiko pekerjaan mereka sangat tinggi. Ketika stok alat perlindungan diri semakin menipis, kita perlu bersolidaritas untuk menyediakan masker dan alat perlindungan diri lainnya,” ujarnya.

Selain berkolaborasi dengan Adib Hidayat, JNE pun bekerjasama dengan pihak lainnya, seperti pengiriman sabun antiseptik ke puskemas di Labuan Bajo kerjasama dengan 1000 hari Foundation, pengiriman baju APD hazmat ke berbagai rumah sakit rujukan pemerintah hasil karya designer kenamaan Anne Avantie, pengiriman masker ke beberapa rumah sakit rujukan nasional kerjasama dengan PT Sritex Solo, serta kolaborasi bermanfaat lainnya untuk meringankan beban tenaga medis.

Tidak hanya itu, secara mandiri JNE pun menggelar program diskon ongkos kirim (Ongkir) sebesar 50 persen khusus untuk kiriman masker di seluruh Indonesia mulai 1–30 April 2020. JNE juga terus melakukan berbagai langkah pencegahan di internal perusahaan, seperti penyemprotan disinfektan sebelum paket dikirimkan, dan peningkatan kebersihan karyawan Frontliner yang bertemu langsung dengan pelanggan atau yang menangani seluruh proses pengiriman.(*/ars)