Wisata Religi Cikundul Ditutup, Kerupuk Dagangan jadi Makanan Ikan

SEPI : Pedagang di obyek wisata realigi Cikundul menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Penutupan wisata realigi Cikundul, Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, akibat pandemi corona, berdampak besar bagi pendapatan para pedagang di area wisata zarah.

Salah seorang pedagang oleh-oleh di kawasan wisata realigi Endang (56) mengatakan, semenjak ditutupnya tempat zarah Cikundul untuk umum, pendapatannya menurun derastis.

“Semenjak ditutup, tak ada pengujung yang datang, dan secara otomatis dagangan saya tidak ada yang beli,” katanya kepada RADARCIANJUR.com (5/4/2020) di Cikundul.

Endang mengaku, setelah satu minggu wisata realigi Cikundul ditutup, barang dagangan miliknya sudah pada layu.

“Seperti ini kerupuk layu, ujung-ujungnya dikasih buat pakan ikan,” ujar Endang.

Endang mengatakan, saat ini dirinya tak bisa mencari nafkah lagi karena, selama lebih dari sepuluh tahun hanya obyek wista realigi Cikundul menjadi satu-satunya tempat untuk mengais rejeki.

“Sekarang saya tak punya penghasilan, untuk makan sehari mengandalkan uang tabungan, kalau tabungan habis tak tau mau makan darimana,” kata Endang.

Endang berhaeap pandemi corona di negri ini dapar segera berakhir, agar aktifitas dapat kembali normal.

“Tak tau kapan ini akan berakhir? yang jelas saya ingin masalah ini cepat selesai,” katanya.

Juru kunci obyek wisata realigi Cikundul, Sarifudin (63) mengatakan awalnya, obyek wisata realigi Cikundul ini, ditutup sejak (17/3) hingga (30/3) namun mengingat pandemi corona belum berakhir penutupan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Mudah-mudahan bencana ini secepatnya bisa selesai,” katanya. (dil)