Derita Guru Honorer di Cianjur, Tolak Kebijakan Belajar Siswa di Rumah

RADARCIANJUR.com-Menanggapi terkait akan diperpanjangnya kembali kebijakan belajar siswa di rumah khususnya di Kabupaten Cianjur hingga 21 April mendatang. Menjadi polemik beberapa orang. Khususnya di kalangan tenaga pendidik berstatus honorer.

Seperti yang dikeluhkan salah satu guru honorer yang mengajar di SDN Ibu Jenab 02, Sopyan Sahuri, ia menyatakan bahwa dirinya sangat keberatan jika kebijakan belajar di rumah kembali diperpanjang.

“Saya guru honorer dan hanya mengandalkan dari gaji sebagai guru honorer serta les siswa. Jika misalkan kebijakan belajar di rumah diperpanjang otomatis tidak akan ada pemasukan sama sekali, mau beli makan pakai apa kalau tidak ada pemasukan,” jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya dalam hal ini jika ingin menerapkan aturan tersebut juga harus memperhatikan isi perut rakyat seperti guru honorer. Pasalnya, walau bagaimanapun juga guru honorer dan keluarganya perlu makan.

“Harus ada bantuan dari pemerintah baik berupa sembako maupun berupa uang, karena isi perut itu tidak bisa diajak kompromi,” keluhnya.

Selain itu, dalam hal ini juga pemerintah harus bisa segera mencari solusi dari permasalahan yang terjadi saat ini. Agar aktivitas pun dapat kembali normal.

“Mudah -mudahan pemerintah bisa mencari solusinya jangan sampai menjadi berkepanjangan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kinerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Cianjur, Agam Supriyanta, menyetujui jika Pemerintah Cianjur khususnya memperpanjang kebijakan siswa belajar di rumah.

“Mengingat kondisi saat ini masih dalam kondisi darurat wabah Corona atau Covid-19. Sehingga saya sangat setuju jika kebijakan itu diperpanjang, demi keselamatan generasi penerus Bangsa ini,” kata Agam.

Namun, dalam hal ini secara tidak langsung pendidikan pun akan ikut terdampak akibat dari perpanjangan siswa belajar di rumah tersebut. Sehingga kegiatan belajar mengajar online perlu dilaksanakan .

“Dengan situasi darurat seperti saat ini. Terpaksa sekolah dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harus menggunakan online sambil menunggu berakhirnya wabah virus Corona,” katanya.(riz)