Penjelasan Mbah Rono Soal Suara Dentuman Keras

Ahli Geofisika Surono (Dok Jawa Pos TV)

RADARCIANJUR.com – Suara dentuman yang terdengar oleh warga DKI Jakarta dan sekitarnya pada dini hari tadi masih menjadi misteri. Belum ada teori ilmiah yang memastikan sumber suara tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun belum dapat menarik kesimpulan.

Ahli Vulkanologi Surono menduga dentuman ini bersumber dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pasalnya suara dentuman terjadi saat erupsi berlangsung sejak Jumat (10/4) malam hingga Sabtu (11/4) pagi.

“Saya tidak punya atau tidak ada data suara dentuman selain dari GAK. Saya menduga, besar kemungkinan itu dari GAK,” kata pria yang akrab disapa Mbah Rono saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (11/4).

BACA JUGA : Terdengar Dentuman Keras di Jakarta Hingga Bogor, Letusan Anak Krakatau? PVMBG Bilang Begini

Surono menjelaskan, saat Gunung Anak Krakatau erupsi pada Desember 2018 juga dilaporkan ada suara dentuman yang terdengar sampai ke wilayah Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Menurut dia, selama proses erupsi, gunung berapi kerap mengeluarkan dentuman.

“Saat ini kondisi sepi, tidak ada kendaraan lalu-lalang, tidak ada kegiatan manusia dan lain-lain. Bisa terjadi suara tersebut dari letusan GAK, bisa dari sumber lain yang saya tidak tahu,” jelasnya.

Tidak adanya gangguan suara lain, yang membuat gelombang dentuman Gunung Anak Krakatau terdengar hingga jarak jauh. Karena proses perambatan suara tidak terhalang oleh perambatan suara lain.

“Tidak perlu khawatir dengan letusan GAK. Yang paling bahaya, longsoran pemicu tsunami,” imbuh mantan Staf Ahli Menteri ESDM itu.

Lebih lanjut, Surono menyampaikan, pernah dipanggil oleh Ratu Atut Chosiyah saat masih menjabat Gubernur Banten. Kala itu Atut menyampaikan bahwa warganya ketika malam datang kerap dibuat khawatir dengan suara dentuman Gunung Anak Krakatau.

“Saya jawab, siang juga ada dentuman, tidak terdengar karena bising kendaraan dan lain-lain. Sama saat ini, mobil-mobil tidur di garasi, suara dentuman GAK mengisir sepi. Tidak perlu takut,” pungkas penyandang gelar doktor Universitas Sovoei Prancis tersebut. (jwp)