Cara Kemenag Dukung Siswa Belajar Online, Luncurkan Aplikasi e- Learning

BELAJAR: Salah satu siswa di Cianjur saat belajar di rumah. Sesuai kebijakan pemerintah tentang kebijakan belajar siswa di rumah.

RADARCIANJUR.com – Guna menunjang siswa belajar di rumah. Kementrian Agama menyediakan aplikasi gratis secara online.

Dalam hal ini, Kementrian Agama telah menyediakan aplikasi e-learning madrasah. Aplikasi e-learning madrasah ini dapat dipergunakan baik oleh Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA).

Kasi Sarana dan Prasarana Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, Budi Lukman menuturkan, dengan adanya program tersebut diharapkan dapat pergunakan oleh setiap madrasah, guna menunjang proses pembelajaran yang lebih terstruktur, menarik dan interaktif. Sehingga diharapkan bisa mendorong madrasah berinovasi di bidang tekonoligi informasi. Salah satunya adanya melalui fitur kelas online.

“Dalam aplikasi ini, setiap siswa dan pengajar (guru) madrasah akan memiliki akun sendiri untuk dapat masuk dan mengakses aplikasi e-learning madrasah. Mulai dari persiapan pembelajaran, pembelajaran, penilaian dan pengolahan nilai dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbasis Computer Based Training (CBT),” kata Budi kepada RADARCIANJUR.com, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan, dalam program pembelajaran tersebut ada enam jenis akun di antaranya adalah operator madrasah, guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling, wali kelas, supervisor (kepala madrasah dan jajarannya) serta siswa.

Sementara itu, untuk syarat dan mekanisme penggunaan aplikasi tersebut, RA maupun madrasah dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi e-learning madrasah yang telah disediakan oleh direktorat kurikulum, sarana dan prasarana, kelembagaan dan kesiswaan kementrian agama.

“Jadi pertama kali madrasah melakukan autentikasi hak operator madrasah yakni konfirmasi data user atau akun operator madrasah yang akan menggunakan e-learning,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Bidayah, Sen Ali Farsyah mengatakan, dengan menggunakan aplikasi tersebut guru terbantu menyampaikan tugas belajar bagi siswa yang memiliki kemampuan dalam fasiltas belajar. Akan tetapi dalam hal ini juga merasa kasihan bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas.

“Mereka tidak bisa apa -apa. Maka dari itu, dalam hal ini ikhtiar yang dilakukan oleh sekolah yakni dengan melakukan kunjungan ke rumah siswa yang dilakukan setiap seminggu sekali,” katanya.

Untuk penerapan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi tersebut, dari 261 siswa di MI Al Bidayah yang dapat mengikuti proses belajar jarak jauh sekitar 60 persen, dan sisanya tidak memiliki fasilitas.

“Maka dari itu, kami menganggarkan khusus bagi siswa tidak mampu yakni berupa paket kuota internet sebesar Rp50 ribu per bulannya, di mana bantuan tersebut diberikan mulai awal bulan April,” pungkasnya.(riz)