Pandemi Corona, Pelayanan Kesehatan di Cianjur Dibatasi, Apa Saja?

PUSKESMAS: Salah satu Puskesmas yang ada di wilayah Utara Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pandemi Corona membuat sejumlah aktivitas dan layanan baik swasta maupun pemerintah dibatasi. Tak terkecuali pelayanan kesehatan pun yang bentuknya mengumpulkan massa, ikut berdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar menjelaskan, berdasarkan surat edaran Nomor: 443.1/128, tentang pembatasan pelayanan kesehatan di puskesmas dan jejaringnya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Cianjur.

Poin tersebut diantaranya, Puskesmas membatasi dengan tidak memberikan pelayanan di semua poli yang ada, tapi tetap memberikan pelayanan yang bersifat kegawatdaruratan baik yang mengancam jiwa atau berpotensi penularan.

BACA JUGA : Penjelasan Mbah Rono Soal Suara Dentuman Keras

“Intinya karena kami juga memperhatikan peningkatan kasus dan kejadian penyebaran Covid-19, serta melaksanaan surat edaran Bupati Cianjur, Nomor 443/1890/Kesra, 09 Maret 2020 waktu itu,” terangnya kepada radarcianjur.com, Minggu (12/4).

Selain itu, kata Tresna, kewaspadaan dan kesiapsiagaan antisipasi penyebaran inveksi Covid-19 ini memang dipandang perlu untuk melakukan upaya pencegahan tertularnya petugas kesehatan dan masyarakat.

“Jadi jika masyarakat sangat membutuhkan pertolongan medis, berkenaan dengan penyakitnya, dapat dilakukan konsultasi via nomor Hotline Puskesmas,” katanya.

Termasuk, lanjut Tresna, puskesmas juga wajib memiliki nomor kontak yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat untuk konsultasi kesehatan yang berlaku 24 jam.

“Jika ada pasien yang datang sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dengan gejala minimal dan kriteria sesuai pedoman, segera melakukan edukasi untuk tindakan isolasi diri bagi pasien dan keluarganya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tresna mengatakan, harus memastikan petugas yang menangani itu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia di Puskesmas masing-masing.

“Intinya, puskesmas itu tidak melakukan kegiatan mengumpulkan pasien,” ujarnya. (dan)