Patriot Desa Sukamulya Gandeng Sekolah Lawan Corona di Cikadu

Patriot Desa Cikadu bersama sekolah
BERSAMA CIKADU BISA: Patriot Desa Sukamulya menggandeng siswa SMA Nahwa Cantigi Kecamatan Cikadu. (FOTO: Patriot Desa)

RADARCIANJUR.com – Perang terhadap corona virus disease (Covid-19) tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan oleh salah satu Patriot Desa yang mengajak kalangan siswa SMA di Desa Sukamulya tepatnya SMA Nahwa Cantigi Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur untuk ikut memerangi penyebaran virus tersebut. Ini dimanfaatkan Asep disela-sela para siswa mengumpulkan tugas sekolah yaitu tugas di rumah selama Pandemi Virus Corona.

Patriot Desa Sukamulya, Asep Erwin bersama rekannya Siti Nurafifah mengajak Siswa siswi ikut perangi Corona. Pemahaman terkait Pencegahan virus COVID-19 terkadang bagi masyarakat awam bisa disalah artikan dan bisa salah terima.

“Kami mengajak kaum Milenial untuk bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama orang tua yang lanjut usia,” ujarnya.

Asep juga mengajak kepada para masyarakat untuk senantiasa membiasakan pola hidup sehat. sehabis aktivitas minimal cuci tangan dan rutin mandi.

Dalam hal ini para siswa SMA Nahwa Cantigi akan melakukan gerakan menempel poster himbauan terkait Covid-19 di seluruh pelosok Desa Sukamulya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Nahwa Cantigi, Badri Kamal ini bukan Kegiatan sekolah sebagaimana mestinya, tetapi ini hanya kegiatan mengumpulkan tugas selama masa libur pandemi.

Badripun sangat merespon baik dengan kegiatan ini, karena memberikan peran aktif kepada para siswanya. Setelah kegiatan pengumpulan tugas siswa pun akan dikembalikan ke rumah masing-masing dan diliburkan sesuai anjuran dari pemerintah. Adapun gerakan sosial ini sebagai bentuk partisipasi siswa-siswi SMA Nahwa Cantigi pada upaya-upaya membantu memutus rantai penyebaran Covid-19 ini, sehingga dapat diketahui dan dilihat langsung oleh warga masyarakat hingga di tingkat Rt.

“Harapan kami poster-poster edukasi ini dipasang di balai RW, balai RT, atau di musala-musala, dimana masyarakat berkumpul atau berinteraksi untuk sekedar saling menyapa, sekaligus bisa membaca poster edukasi tersebut. Agar masyarakat ditingkat bawah memahami Covid-19,” harapnya.

Dengan sosialisasi diharapkan seluruh warga masyarakat akan memiliki bekal pemahaman dan pengetahuan yang cukup. Sehingga nantinya akan mampu menumbuhkan kesadaran terkait pentingnya melakukan antisipasi pencegahan terhadap penularan Covid-19. Ketika kesadaran sudah muncul pada setiap individu, maka harapannya kemudian akan muncul kesadaran kolektif, di antara warga masyarakat perlu saling mengingatkan untuk kepentingan terjaganya kesehatan di lingkungannya masing-masing.

“Ketika ada pendatang dari luar daerah di mana di daerah asal sudah terjadi penularan Covid-19, maka orang tersebut harus melakukan periksa ke puskesmas atau petugas kesehatan terdekat agar segera diketahui kondisi kesehatannya,” tambahnya. (kim)