PMI Cianjur Lakukan Ini Agar Stok Darah di Cianjur Tetap Aman

Donor Darah
KEKURANGAN: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur kesulitan pendonor dan kekurangan darah di masa pandemik Covid-19. (FOTO: Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur kekurangan stok labu darah. Selama pandemi Covid-19 pendonor menurun secara signifikan.

PMI Kabupaten Cianjur terus berupaya untuk memaksimalkan kebutuhan darah dengan cara jemput bola dan menggunakan protokol kesehatan.

Humas Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cianjur, Reni Sutianah mengatakan, dalam sehari kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur mencapai 50-60 labu.

“Stok sekarang cukup untuk satu hari, perhari kami membutuhkan 50-60 labu untuk pasien di RS Cianjur,” ujarnya.

Situasi pandemi Covid-19 seperti ini, PMI Kabupaten Cianjur sudah mengadakan audensi dengan Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman perihal imbauan dan taat protokol peraturan social distancing.

“Sekarang kami masih melakukan berusaha jemput bola dengan jaga jarak dan lainnya. Sekarang dari Polres Cianjur dapat 45 labu cukup untuk satu hari besok, 13 April dan kesananya belum tahu lagi. Yang paling dibutuhkan sekarang stok darah A dan B lagi banyak, dan golongan darah AB paling susah,” paparnya.

Ia menambahkan, kebutuhan darah dalam satu hari mencapai 60-80 labu, per bukan 1.800 labu, sementraa dalam situasi normal PMI sangup mengcover 1.500 labu.

“Sekarang menhadapi puasa, kalau situasi normal ada kerjasama dengan PMI Jakarta dan Bandung serta kota lainnya, misal di Cianjur 1.000 labu, 1.000 lagi dari luar kota. Sekarang tidak bisa mengharapkan, kota lain pun tengah memburuhkan, sementara kebutuhan banyak,” jelasnya.

Biasanya jika dalam situasi normal, PMI Kabupaten Cianjur melakukan jemput bola dengan cara datang ke sekolah-sekolah.

“Jemput bola biasanya tulang punggung di sekolah-sekolah banyak sekali, sekarang sekolah libur, kita jemput bola ke Polres Cianjur, pabrik dan lainnya yang maish bersedia kami ajak. Yang sudah berkenan di Raider 300, Kodim, Polres dan lainnya,” tutupnya. (kim)