Ini Video Pengakuan Ketua Anarko, Plissss Jangan Ketawa yah

Ketua Anarko Sindikalis Indonesia
Ketua Anarko Sindikalis Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kelompok anarko sindikalis jadi perbincangan hangat beberapa waktu terakhir.

Kelompok ini muncul setelah ditangkapnya beberapa pemuda di Kota Tangerang, Banten, karena membuat tulisan dan poster provokasi.

Disebutkan, anarko sindikali berencana membuat kerusuhan dan penjarahan massal pada 18 April mendatang memanfaatkan wabah corona atau Covid-19.

Di media sosial, beredar video seseorang pemuda yang mengaku sebagai ketua anarko sindikalis Indonesia.

Video tersebut direkam di sebuah ruangan diduga saat pemuda itu menjalani pemeriksaan.

Sedangkan tangan pemuda itu tengah dalam keadaan terikat.

BACA: Siapa Otak Kelompok Anarko? kok Tiba-tiba Muncul? Ini Aneh

Pemuda dengan tattoo seperti huruf ‘A’ besar di bagian dada sampai perut itu mengaku bernama Pius.

Dalam video tersebut, Pius membeberkan orang-orang yang ada di bawahnya sebagai sebuah struktur organisasi.

Video berdurasi satu menit 29 detik itu kali pertama diunggah pemilik akun @lord_kobra, Selasa (14/4/2020) malam.

“Saya adalah A1. Saya ketua Anarko Sindikalis Indonesia dengan tujuan tatanan dunia baru tanpa pemerintah,” ujar Pius dalam video tersebut.

Pius menyebut, di bawahnya, ada A2 yang bernama Johan dan bertugas sebagai pencari dana.

Sementara A3 yang bernama Andreas, bertugas sebagai koordinator lapangan.

“Dan A4, Sia yang bertugas sebagai pemberi doktrin,” katanya.

BACA: Oow, Stafsus Jokowi Surati Para Camat, Minta Perusahaannya Dilibatkan Atasi Corona

Akan tetapi, video itu lantas dikomentari dengan nada sarkas oleh warganet. Tak sedikit yang membubuhkan komentar kocak.

“Kasihan para komika, hancur sdh karirnya dgn munculnya video ini,” tulis @Hegel961.

“Tatto temporer A . Auto anarko sindikalis, yakk,” balas @dokcil_.

“Wkwkw ono ketua berarti ono wakil ketua iki,” kata @SauronJahat.

“Ono bendahara ambek carik pisan ora yo kiro2?” timpal @jervkanget.

Namun, tak sedikit pula warganet yang mengaitkan dengan ukuran kertas.

BACA: Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

“A1, pas buat poster, A2 baiknya cetak kalender dinding. A3 pamflet selebaran. nah kalau A4 buat sertifikat…ttd lik marjo kang cetak,” tulis @seblat.

“kasihan A5 ga diajak, kalau F4 ga diajak sih ga apa-apa, mereka udah ngebentuk boyband,” sahut @oov_auliansyah.

(tim)