Cek di Sini, Tips Agar Badan Tak Tambah Melar Selama Karantina

Timbang berat badan

RADARCIANJUR.com – Karantina mandiri selama pandemi virus corona bisa saja membuat tubuh Anda melar.

Karantina mandiri ini seharusnya jadi kesempatan untuk makin memperhatikan diri sendiri.

Anda bisa mulai memasak juga kembali berolahraga setelah sekian lama absen.

BACA JUGA : Jaga Jarak! Berciuman Didenda Rp3 Juta

Tak mudah memang menjadikan berbagai kegiatan itu jadi kebiasaan. Akan tetapi ini bukan hal yang tak mungkin.

Anda bisa melatih kebiasaan-kebiasaan sehat sehingga karantina tidak menjadikan tubuh makin melar. Berikut cara yang bisa Anda coba.

Hanya makan di meja makan

Satu langkah tepat demi tetap sehat saat karantina adalah memusatkan aktivitas makan hanya di meja makan. Sebaiknya Anda tidak makan di depan televisi, sambil menonton serial di Netflix atau bahkan di kasur.

Makan di meja makan akan mencegah makan berlebih dengan membuat Anda lebih fokus (mindful) akan aktivitas ini. Berdasarkan riset dari Cornell University, orang bisa makan lebih banyak karena aktivitas makannya terdistraksi televisi atau berselancar di media sosial daripada makan di suasana santai, duduk nyaman di meja makan.

BACA JUGA : Horeee! Wander Luiz Dinyatakan Sembuh dan Negatif Covid-19

Saat makan, ambil momen untuk mencium aroma dan memandangi warna makanan. Baru kemudian apresiasi rasa, temperatur dan tekstur makanan sembari mengunyah. Latihan ini akan membuat Anda makin menikmati makanan.

Gunakan siasat ‘piring kecil’

Melansir dari Daily Mail, personal trainer Joe Warner menyarankan untuk menggunakan trik piring kecil. Ambil makanan penutup dengan piring atau mangkuk kecil sedangkan piring besar untuk jenis makanan yang lebih sehat.

Piring kecil akan menghindarkan Anda dari makan berlebihan tetapi tetap bisa memuaskan lidah.

Jalan kaki satu jam sekali

Meski hanya berada di dalam rumah, tetap lakukan aktivitas fisik sederhana. Cukup jalan kaki atau bergerak selama 5 menit tiap satu jam. Bangun tidur, ikuti dengan jalan kaki di rumah dan gerakkan tangan ke atas, ke bawah atau gerakan apapun.

Alasan tubuh makin melar adalah orang cenderung malas bergerak. Rebahan memang hal terbaik untuk saat ini tetapi makin malas bergerak, makin sedikit kalori yang terbakar. Padahal masukan kalori cukup banyak seharian.

Olahraga bersama teman secara virtual

Tak semangat olahraga? Harus diakui sebagian orang bersemangat ke gym dan berolahraga bersama teman. Namun kondisi karantina bukan jadi alasan untuk tidak olahraga. Anda tetap bisa olahraga via video call dengan teman.

Atur jadwal dan ajak teman untuk turut dalam olahraga ini. Kini ada banyak kelas olahraga di media sosial dan bisa diakses gratis.

Sembunyikan makanan ‘tak sehat’

Meski menyandang predikat ‘tak sehat’, tapi deret makanan tinggi kalori, gula atau lemak memang tak pernah gagal bikin hati bahagia. Ini jadi semacam ‘comfort food’ buat sebagian orang.

Makanan seperti es krim, makanan ringan dengan rasa asin jika dimakan sesekali tak jadi soal. Banyak studi menunjukkan cara cerdas untuk mengurangi keinginan untuk memakannya adalah dengan menyembunyikannya. Makin kecil kemungkinan untuk menikmatinya karena Anda tak melihatnya. Sebagai gantinya, tonjolkan pilihan makanan yang lebih sehat seperti buah potong dan yogurt.

Nilai rasa lapar

Warner mengatakan tiap kali Anda ingin meraih sebungkus makanan ringan, cek tingkat rasa lapar Anda di angka 1-10. Mengapa demikian? Biasanya rasa lapar datang bukan karena Anda benar-benar lapar tetapi otak hanya merasa bosan.

Jika di angka 4, kemungkinan Anda tak benar-benar lapar, hanya haus sehingga lebih tepat ditindaklanjuti dengan minum segelas besar air. Jika di angka 5-6, Anda bisa meraih segelas air dan buah potong. Di angka 7 kemungkinan Anda menginginkan makanan yang lebih berat.

Batasi kafein

Batasi konsumsi kafein seperti kopi dan teh setelah makan siang. Ini bisa mempengaruhi tidur Anda. Biasanya orang mengonsumsi kafein agar tetap terjaga dan bekerja tanpa gangguan kantuk.

Kafein yang masuk ke tubuh akan bertahan selama sekitar 6 jam. Konsumsi kafein terlalu banyak bisa mengganggu siklus tidur dan membuat Anda terus terjaga.

(cnn)