Ribuan Buruh Bekerja di Tengah Pandemi Corona, Ini Tuntutan Soal SOP

TETAP BEKERJA: Ribuan buruh bertarung mengais rezeki di tengah wabah virus corona.(Foto:DPC PPMI Cianjur)
TETAP BEKERJA: Ribuan buruh bertarung mengais rezeki di tengah wabah virus corona.(Foto:DPC PPMI Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Meski imbauan pemerintah untuk bekerja di rumah atau work from home (WFH), tapi sekitar 100 ribu buruh di Kabupaten Cianjur masih tetap bekerja.

Hal itu jadi sorotan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Cianjur yang meminta meski buruh masih dipekerjakan di tengah pandemi corona, tetapi pihaknya meminta agar perusahaan memberlakukan standar opersional (SOP) penanganan pandemo corona (Covid-19).

Begitupun dengan perlakuan perusahaan yang bisa saja dengan alasan menghindari virus berbahaya tersebut, dapat dengan mudah mengeluarkan karyawan tanpa mematuhi aturan ketenagakerjaan.

“Kita kawal setiap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh oknum perusahaan yang tidak dengan mudah mengeluarkan buruh tanpa memikirkan keberlangsungan hidup, meskipun sudah ada imbauan dari pemerintah untuk bekerja di rumah, tapi para buruh juga membutuhkan pemasukan untuk keberlangsungan hidup,” kata Ketua DPC PPMI Kabupaten Cianjur, Fahmi Dwi Fauzi kepada RADARCIANJUR.com, Rabu (15/4/2020).

BACA JUGA : Warga Naringgul ODP Usai Pulang dari Zona Merah

Lanjutnya, hingga sampai saat ini kondisi belum terpantau adanya perusahaan yang sampai merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pasalnya, pihaknya belum mendapatkan laporan atau informasi dari anggota maupun buruh yang ada di Kabupaten Cianjur.

Selain itu, omset dari perusahaan pun menurutnya saat ini masih terpatau aman. Meskipun adanya pembatasan ekspor maupun impor, akan tetapi itu hanya ke negara dengan status zona merah.

“Kalau melihat ada tidaknya penurunan omset perusahaan, hingga saat ini masih ada buruh pabrik yang tetap lembur. Sehingga masih bisa dikatakan aman dan masih stabil,” ungkapnya.

BACA JUGA : Tak Boleh Hajatan Akibat Corona Petani Bunga Hilang Penghasilan

Pihaknya pun berharap, kondisi seperti saat ini masih bisa bertahan di tengah gempuran Covid-19 khususnya di Kabupaten Cianjur. Sehingga keberlangsungan hidup masyarakat terlebih buruh tetap berjalan.

(kim)