Sedih! 86 Orang Karyawan CV Medal Jaya Masih Juga Belum Digaji

MENGADU: Puluhan Karyawan CV Medal Jaya meminta bantuan ke DPC Astakira Pembaruan Cianjur.(Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur)
MENGADU: Puluhan Karyawan CV Medal Jaya meminta bantuan ke DPC Astakira Pembaruan Cianjur.(Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Puluhan karyawan CV Medal Jaya (MJ) di Kecamatan Haurwangi, belum mendapatkan hak-hak mereka berupa gaji selama lima bulan ini. Selain itu mereka juga menuntut hak asuransi untuk jaminan kesehatan dan keselamatan bekerja.

“86 orang CV Medal Jaya belum menerima gaji, mereka datang ke kami meminta bantuan untuk advokasi dengan pihak perusahaan,” kata Ketua Astakira Pembaruan Kabupaten Cianjur Ali Hildan yang ikut mengadvokasi puluhan buruh CV MJ, kepada RADARCIANJUR.com, Kamis (16/4/2020).

Ali mengatakan karyawan CV MJ mengeluhkan atas hak gajinya yang belum diterima. Gaji yang belum dibayar tersebut sejak bulan November.

“Selanjutnya kami akan melayangkan surat somasi, jika pihak CV MJ tidak mengindahkanya, maka kami akan menempuh langkah-langkah lain sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Ali.

Selama bekerja di CV Medal Jaya puluhan karyawan ini juga tidak mempunyai asuransi untuk jaminan kesehatan dan keselamatan bekerja.

“Ini perusahaan sudah salah, seharusnya karyawan dipayungi dengan asuransi juga,” terang Ali.

BACA JUGA : Ribuan Buruh Bekerja di Tengah Pandemi Corona, Ini Tuntutan Soal SOP

Budi Wahyudi (26) seorang buruh mengatakan, karena tidak mendapat gaji dari perusahaan ia terpaksa meminjam sana-sini untuk kebutuhan keluarganya.

“Kami sekarang tak bekerja, ditambah dengan virus corona, jadinya terpaksa mengutang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Karyawan pun tak bisa menduduki pabrik karena tempatnya sewa, demikian dengan mesin jahit yang juga sewa.

“Pernah berniat membawa sertifikat rumah namun ternyata sertifikatnya juga bukan miliknya jadi sampai sekarang warga masih bingung,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik CV Medal Jaya, saat akan dikonfirmasi di rumahnya, di kawasan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, selalu tidak ada ditempat.

(dil)