Jangan Bebankan Siswa Saat US

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Jumati.

RADARCIANJUR.com- Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Jumati menegaskan bahwa harus adanya kebijakan dari pemerintah terkait pelaksanaan Ujian Sekolah (US).

“Karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang sama. Ada juga sekolah yang jauh dari jangkauan internet, seperti daerah Cianjur Selatan dan daerah Sukaresmi,” kata Jumati kepada radarcianjur.com, Jumat (17/4/2020).

Ia menuturkan, kesimpulannya jangan membebankan siswa, di mana pelaksanaan US online bisa dilakukan berupa manual kepada sejumlah sekolah yang benar- benar jauh dari jangkauan internet. Hal itu tidak akan menyalahi aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat selama ini.

Selain itu, untuk pelaksanan Ujian Sekolah (US) kendala lainnya adalah berupa handphone karena tidak semua anak itu memiliki handphone yang canggih, seperti android.

“Ada cerita pada saat kami melakukan kunjungan tempat ke salah satu daerah. Di sana menemukan ada anak yang lari- lari kemudian ditanya mau kemana. Ternyata anak tersebut menjawab mau kerumah tantenya pinjam handphone ikut US online. Artinya dengan kejadian seperti itu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur jangan sampai memberatkan anak,” ucapnya.

Jumati menambahkan, khusus untuk sekolah yang melaksanakan US online ini diberikan anggaran khusus untuk pemberian kuota internet kepada anak . Pasalnya, saat ini anggaran dana BOS bisa digunakan untuk pemberian kuota internet kepada siswa.

“Sekarang dana BOS sudah bisa digunakan untuk memberi kuota kepada anak maupun guru, khusus selama dampak virus covid-19 saat ini, dan itu tidak akan menyalahi aturan karena sudah ada kebijakan seperti itu,” katanya.(riz)