Warga Cianjur Was-was Lewat PSBB Bandung Barat

Aparat kepolisian semakin menjaga ketat perbatasa cianjur-bogor. Setiap pelintas ditanyai dan dites suhu tubuh

RADARCIANJUR.com – Pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial, di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (22/4) pekan depan.

Kondisi tersebut membuat warga Kabupaten Cianjur yang secara geografis dan aktifitas berdekatan, membuat harap-harap cemas, karena lalu lintas ke Bandung dan sebaliknya akan diperketat.

Warga Kabupaten Cianjur sebagian bekerja di wilayah Bandung dan termasuk KBB. Maka tak heran berbagai sikap pun disampaikan oleh warga, bahkan mengaku was-was jika melewati wilayah Padalarang yang sehari-hari dilewati.

“Saya orang Cianjur, tapi tinggal di Bandung karena ikut suami bekerja di Bandung, saya ingin Lebaran di Cianjur saja, karena takut nanti ada penyekatan,” kata Eva (40) seorang warga asal Cianjur yang diunggah di grup whatsApp nya, Kamis (16/4/2020).

Begitupun diakui oleh Maman (50) salah seorang pelaku usaha percetakan yang biasa suka order barang ke Bandung untuk memesan hasil cetakan karena kalau ke Bandung suka lebih cepat prosesnya.

“Nanti pasti beda perlakuan dan operasi penyekatannya pasti lebih ketat, padahal saya masih banyak pesanan bawa kendaraan sendiri ke Bandung, pasti lebih ribet,” kata Maman kepada radarcianjur.com.

BACA JUGA : Aneh Enam PDP Meninggal Dunia di Cianjur Semua Tak Positif

Sebelumnya, untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, Pemkab Cianjur sudah membatasi keluar masuknya orang dari luar Cianjur dengan melakukan penyekatan.

Dari enam titik yang dijaga ketat oleh berbagai pihak dari mulai Kepolisian Polres Cianjur, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, salah satunya adalah yang berbatasan dengan perbatasan Cianjur-KBB tepatnya di jembatan Citarum-Rajamandala.

Selain itu, wilayah yang dijaga juga yaitu Puncak, Cikalongkulon, Takokak, Gekbrong dan Naringgul. “Kita jaga 24 jam agar tidak kecolongan yang melintas di malam hari,” kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Hal tersebut, kata Herman, dilakukan untuk menjaga status zona hijau Kabupaten Cianjur agar tetap aman dari virus korona. “Salah satu penyekatan tersebut bukan hanya langkah antisipasi penyebaran saja, tapi mempertahankan status zona hijau Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk wilayah KBB sendiri rencana menghadapi PSBB hanya akan dilakukan pada empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Parongpong, Batujajar, Padalarang dan Ngamprah.

Sekretaris Daera (Sekda) KBB, Asep Sodikin mengatakan, saat ini Pemkab Bandung Barat sudah melayangkan surat permohonan PSBB, sesuai hasil rapat teleconference bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Empat kecamatan yang diajukan itu merujuk pada jumlah kasus Covid-19 di wilayah yang dominan. Empat kecamatan itu, Parongpong, Batujajar, Padalarang dan Ngamprah,” kata Asep kepada Radar Bandung (Grup Radar Cianjur), Rabu (15/4).

Asep menjelaskan, jumlah kasus Covid-19 di KBB cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, Pemkab sepakat untuk menerapkan PSBB. “Langkah yang pertama dilakukan adalah dengan memetakan kasus positif Covid-19 di empat kecamatan itu,” jelasnya.

Asep melanjutkan, setelah pemetaan dilakukan, pihaknya akan melakukan rapid test secara masif di wilayah yang ditenggarai terdapat potensi penyebaran virus.

“Kalau melihat kasus di Korea Selatan, sebanyak 0,6 persen akan dilakukan rapid test. Tapi kita usahakan rapid test dilakukan untuk 0,8 sampai 1 persen warga di daerah PSBB,” terang Asep.

(nag/kro/kim)