Cek Kendala Siswa Belajar di Rumah, Guru Wajib Pantau Anak Didiknya Secara Langsung

SEMANGAT: Salah seorang siswa SD di Cianjur tengah mengerjakan tugas sekolah lewat media TV.(FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/RADAR CIANJUR)

RADARCIANJUR.com – Ketua PGRI Kabupaten Cianjur, Jumati mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran siswa dengan menggunakan media TV, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tidak hanya menggandeng satu TV saja, seperti sekarang ini TVRI, melainkan harus menggandeng beberapa media TV lainnya .

“Karena itu dinilai sangat tidak efektif jika hanya mengandalkan satu media TV saja, misalkan untuk daerah Cianjur Selatan yang mayoritas penggunaan jaringannya menggunakan parabola bukan menggunakan antene TV itu akan sulit untuk dijangkau,” kata Jumati pada radarcianjur.com, Minggu (19/04/2020).

Sekretaris Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur itu menilai, pembelajaran dengan menggunakan media TV itu sangat bagus karena secara tidak langsung untuk memudahkan sekolah dalam pemberian tugas kepada anak.

“Anak secara tidak langsung dapat belajar di rumah dan tidak main kemana- mana,” katanya.

Jumati menyarankan, dalam penerapan pembelajaran menggunakan media TV Kemendikbud harus menggandeng sedikitnya lima stasiun TV. Tujuannya adalah jika ada kendala siswa dalam proses kegiatan pembelajaran pada statsiun TV yang satu, siswa tidak mengalami kesulitan karena ada di stasiun TV lainnya.

“Minimal lima stasiun TV lagi yang harus digandeng oleh Kemendikbud ,” ujar Jumati .

Kemendikbud juga dalam hal ini harus menayangkan ulang kembali materi pembelajaran yang sama. Guna antisipasi ataupun kendala yang tidak diinginkan dihari berikutnya. Sehingga anak tetap bisa mengerjakan tugasnya tersebut.

“Karena tidak semua anak bisa mengerjakan tugasnya dengan baik, misalkan kendala dalam jaringan yang tidak dapat dijangkau oleh semua daerah, atau karena keacuhan sikap orang tuanya terhadap penugasan dari sekolah kepada anak mereka,” ungkapnya.

Jumati juga menuturkan, tidak sedikit orang tua memiliki sikap cuek terhadap anaknya. Hal itu karena keegoisan sikap orang tua yang terlalu sibuk dan mementingkan urusan pribadinya masing- masing. Oleh sebab itu, sebaiknya dalam hal ini pihak sekolah atau guru melakukan pengontrolan tugas dengan terjun langsung ke lapangan .

“Jangan hanya mengandalkan tugas yang diberikan di TV saja ataupun kiriman poto maupun video saja, melainkan pihak sekolah atau guru harus melakukan pengecekan secara langsung bagaimana kondisi dan proses pembelajaran terhadap peserta didiknya tersebut secara jelas, karena bisa jadi dalam proses pembelajarannya itu ada yang mengalami kendala,” tegasnya.(riz)