Dipercaya jadi Penangkal Covid-19, Pedagang Bandrek Jahe Merah Dibanjiri Pembeli

Pedangan bandrek jahe merah sedang melayani pelangganya. Foto Fadilah Mumajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Di masa Pandemi covid-19 ini, penjual banderek jahe mareh di Jalan Abdulah Bin Nuh, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, dibanjiri pembeli.

Hal itu lantaran jahe merah dipercaya sebagai salahsatu penangkal Covid-19.

Pedangan Bandrek Umar Agus (48) mengatakan, bandrek jahe merah yang dijualnya, asli hasil racikan sendiri dengan bahan dasar, jahe merah, lada hitam, kayu manis dan lain-lain.

“Bandrek ini berasal dari rempah-rempah asli sehinga mempunyai manfaat yang cukup besar,” katanya kepada RADARCIANJUR.com (20/4/2020).

Umar mengatakan, bahan dasar bandrek jahe merah yang dijualnya, dipercaya dapat mengobati batuk dan asma.

“Kalau ada orang batuk atau asma, datang aja kesini atau rumah saya di Griya Nugratama, tidak perlu beli bandrek saya kasih bahan dasarnya dengan cuma-cuma,” ujarnya.

Umar mengaku, sejak pademi covid-19, rempat jualan bandrek jahe merahnya banyak dikunjungi pembeli.

“Saya jualan dari pukul 16.00 Wib hingga pukul 22.00 Wib, untuk saat ini bandrek yang terjual bisa mencapai 40 hingga 50 glas,” ucapnya.

Umar mengatakan, bandrek jahe merah buatanya dijual dengan harga Rp 7000 per glas.

“Jangan dilihat dari nilai harganya, tapi lihat lah manfaatnya,” kata Umar

Lanjut Umar, meski hanya berjualan di warung kecil pinggir jalan raya, namun ada beberapa pejabat di Kabupaten Cianjur yang sering membeli bandrek jahe merah darinya.

“Sering ada yang datang kesini anggota DPRD dan Bakal Calon Bupati,” katanya. (dil)