Emban Tugas Majukan Desa, Fasilitator Ini Terobos Jalan Terjal di Pedalaman Cisel

TANTANGAN: Patriot Desa emban tugas untuk majukan desa seperti dari segi ekonomi.(foto:dok/radar cianjur)
TANTANGAN: Patriot Desa emban tugas untuk majukan desa seperti dari segi ekonomi.(foto:dok/radar cianjur)

RADARCIANJUR.com-Kondisi geografis Kabupaten Cianjur, terutama wilayah selatan sebagian masih terdapat hutan dan pegunungan menyisakan beberapa desa yang jauh dari jangkauan kota.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat mengirim pemuda pilihan yang ada di Jawa Barat dengan keunggulan untuk membangun desa. Seperti halnya ke Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

Pemuda pilihan tersebut masuk dalam Patriot Desa. Tak mudah perjuangan dari para Patriot Desa, berbagai rintangan ditempuh dengan jalan yang menantang.

“Kalau nggak ya terpeleset. Ada sih, kemarin rekan kami fasilitator lapangan untuk Desa Sukamulya sampai terpeleset karena jalan licin dan basah oleh hujan,” ujar Koordinator Patriot Desa, Rangga Mahardika.

Lanjutnya, penerangan terbilang masih minim. Sinyal komunikasi masih agak sulit dan masih banyak warga yang menggunakan kayu bakar untuk memasak. “Terkadang untuk kunjungan dari Cianjur ke Sukabumi harus menempuh jarak berjam-jam bahkan harus kemalaman di jalan,” ungkapnya.

Namun, kondisi itu tidak menghalangi niat para koordinator dan fasilitator lapangan untuk terus membina masyarakat, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

“Saya telah membuat jadwal rutin kunjungan kepada semua fasilitator yang ada di desa terutama desa atau kabupaten yang ada keberadaan Patriot Desa,” jelasnya.

Rangga juga berpesan kepada semua fasilitator lapangan khususnya Patriot Desa Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi agar terus berkomunikasi satu sama lain,dan terus bersinergi dengan masyarakat setempat ditengah-tengah pandemi Covid-19.

“Harapan kami, pembinaan ini akan bisa berjalan lancar, sebagaimana misi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menggali segala aspek potensi-potensi desa yang ada dengan tidak meninggalkan kearifan lokalnya,” tutupnya.

(kim)