Ketua MUI Cianjur: Isi Ramadan Pakai Protokol Kesehatan Ketika Ibadah di Masjid

Ketua MUI Kabupaten Cianjur KH Aang Abdul Rouf
Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Aang Abdul Rouf

RADARCIANJUR.com-Bulan suci Ramadan dimanfaatkan umat muslim untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya, seperti salat berjamaah, mengaji atau tadarus dan ibadah lainnya di masjid.

Namun kini sedikit berbeda. Kegiatan tersebut memiliki keterbatasan, karena adanya anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di masjid dengan alasan pencegahan penyebaran Covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rauf menuturkan, suasana ramadan saat ini sangat berbeda. Karena pemerintah menganjurkan untuk banyak melakukan kegiatan di rumah.

Namun menurut kyai Ra’uf, begitu ia disapa, terdapat sisi positif atau hikmah dari kondisi ramadan saat pandemi Corona ini.

“Salah satu hikmahnya itu ketika pegawai biasanya berangkat pagi, pulang sore, itu cukup melelahkan. Namun kali ini warga yang biasa aktivitas di luar itu bisa memanfaatkan waktu untuk tetap bekerja dan lebih banyak beribadah di dalam rumah,” tuturnya kepada radarcianjur.com, Senin (26/4/2020).

Bahkan lanjut kiayi Ma’ruf, sisi positif lainnya dalam melaksanakan ibadah di bulan suci saat ini, umat muslim bisa lebih menjaga pandangan, pendengaran, dan segala sesuatu yang mengarah kepada hal negatif di luar rumah.

“Setidaknya ketika beraktivitas di luar rumah seperti kumpul-kumpul atau sekedar melakukan aktivitas bersama orang-orang yang kurang bermanfaat, itu bisa merusak pahala puasa,” katanya.

Namun pihak MUI Cianjur tetap mengimbau, bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menyelenggarakan aktivitas biasa, baik salat berjamaah dan lain sebagainya, itu tidak ada larangan. Tetapi dengan catatan protokol kesehatan mesti dipakai.

“Jadi kami tidak melarang umat Islam untuk melaksanakan aktivitas seperti biasa, namun beberapa kegiatan khususnya di dalam masjid itu dibatasi. Kalaupun tetap dilakukan, harus menggunakan protokol kesehatan,” tukasnya.

(dan)