Larangan Mudik, Masuk Cianjur Lewat Puncak Diperiksa KTP, Plat B Diminta Putar Balik

DIPERIKSA: Petugas gabungan melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang hendak ke Cianjur, menyusul empat hari pelarangan mudik.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)
DIPERIKSA: Petugas gabungan melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang hendak ke Cianjur, menyusul empat hari pelarangan mudik.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Larangan mudik yang dianjurkan pemerintah sejak, Jum’at (24/4/2020), sejumlah wilayah perbatasan termasuk Cianjur-Bogor di wilayah Puncak, pemeriksaan setiap kendaraan diperketat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh kendaraan yang hendak melintas Kabupaten Cianjur dari arah Bogor dan sekitarnya, dilakukan pemeriksaan serta penyemprotan disinfektan.

BACA JUGA : Terindikasi Covid-19 dan Tanpa Pengawasan, Pasien di RSUD Cianjur Meninggal Dunia

Tak hanya itu, para petugas yang berjaga pun turut memeriksa identitas para penumpangnya.

“Selain kendaraan, kami juga lakukan pemeriksaan identitas atau kartu tanda penduduk (KTP) seluruh penumpang yang ada, khususnya kendaraan plat B,” kata Kasie Trantib Satpol PP Kecamatan Cipanas, Cholis saat ditemui radarcianjur.com, Senin (27/4/2020).

BACA JUGA : Terindikasi Covid-19, Status Nyonya ‘D’ Asal Cibeber ODP

Ia menyebut, baru puluhan kendaraan yang setelah diperiksa, kemudian dipulangkan atau putar balik ke daerah masing-masing.

“Khususnya kendaraan dari zona merah seperti Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor kami suruh putar balik. Karena mereka gak jelas tujuan ke Cianjur itu, urgent atau tidaknya,” katanya.

BACA JUGA : Jenazah Nyonya Disalatkan di Perjalanan Menuju Cibeber pada Dini Hari

Namun, menurutnya, beragam alasan yang dilontarkan para pengendara supaya bisa masuk ke Kabupaten Cianjur. Bahkan ada salah satu pengendara yang sudah dua kali balik lagi.

“Ada salah satu kendaraan mewah, itu dia sudah dua kali balik lagi ke pemeriksaan. Padahal telah jelas-jelas gak boleh, eh balik lagi, ya disuruh balik lagi,” ujarnya.

BACA JUGA : Waduh Ada 13 Warga Kontak Langsung Dengan Nyonya D Pasien ODP Asal Cibeber

Ia berharap, masyarakat bisa betul-betul mengerti akan keadaan dan kondisi saat ini di tengah pandemi Corona. Walaupun memang keperluan dan kebutuhan untuk beraktivitas harus tetap berlangsung.

“Minimal kalau mereka paham, ya gak usah banyak kesana kemari. Walaupun ada keperluan, namun kalau bisa itu ditahan dulu dan bisa melalui online atau alat komunikasi,” tambahnya.

BACA JUGAWarga Cianjur Was-was Lewat PSBB Bandung Barat

(dan)