Cianjur Mau Beli Rapid Test, Tapi Dilarang WHO

Ilustrasi Rapid Test

RADARCIANJUR.com-Guna mendeteksi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur, Pemkab berencana melakukan pengadaan rapid test.

Pasalnya jumlah itu untuk 0,6 persen penduduk Cianjur yang masih perlu dites sebab jumlah positif Covid-19 bertambah.

Namun Hal itu terganjal oleh larangan WHO.

BACA JUGA : Siap-siap Bakal PSBB Tiga Kecamatan di Kabupaten Cianjur

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, sebelum adanyanya larangan dari WHO Kabupaten Cianjur berencana akan membeli rapid test dari Korea sekitar 18 ribu unit dalam dua tahap.

“Kita pesan dua kali 9.500 unit rapid test, namun itu gagal karena ada larangan dari WHO,” kata Herman kepada RADARCINJUR.com, Selasa (28/4/2020).

BACA JUGAKasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur Bertambah Dua Orang

Herman mengaku tidak tahu alasan WHO kenapa melarang pengadaan rapid test.

“Saya tidak tau, yang pasti, informasi dari dinas kesehatan, bukan WHO saja, Kementerian Kesehatan juga tidak memperbolehkan,” tambah Herman.

(dil)