Tingkatkan Kualitas Guru Melalui Program KKGS

SERIUS: Terlihat guru SMK Plus Hass Ashabulyamin tengah mengikuti program KKGS.(FOTO: RISMA RUSTIKA SARI/RADAR CIANJUR)

RADARCIANJUR.com – SMK Plus Hass Ashabulyamin menggelar Kamp Kreatif Guru SMK (KKGS) secara daring (online). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu bulan yakni mulai dari tanggal 21 April 2020- 15 Mei 2020 mendatang.

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan guru SMK dari seluruh Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru secara daring dan akses-akses kepada mutu pembelajaran.

Program tersebut merupakan salah satu program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan baru pertama kalinya dilaksnakan.

“Ada enam topik pembelajaran dalam KKGS, tetapi kami hanya mengikuti dua topik pembelajaran yang diikuti, yakni Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) dan Internet Of Thing,” kata Wakil Kepala Sekolah bidang Peningkatan Mutu dan Sumber Daya Manusia SMK Plus Hass Ashabulyamin, Dewi Khadijah saat diwawancarai oleh radarcianjur.com, Selasa (28/4/2020).

Dewi menuturkan, untuk peserta sendiri SMK Plus Hass Ashabul yamin mengikutsertakan sepuluh orang guru yakni enam orang guru kejuruan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) dan empat orang guru mengikuti Internet Of Thing.

“Banyak sekali ilmu-ilmu baru yang didapatkan oleh guru- guru, misalkan kejuruan Bisnis Daring dan Pemasaran dapat ilmu baru bagaimana cara memasarkan barang dan teknik komputer,” ujarnya.

Guru Ang mengikuti KKGS diberikan waktu selama dua minggu untuk menyelesaikan tugasnya, setelah mengikuti pembelajaran selama satu bulan tersebut sebagai nilai akhir dari pembelajaran.

“Dalam program tersebut ada sekolah penampungnya yang memberikan materi pembelajaran, dan untuk tugas akhir ini wajib dilaksanakan oleh guru sebagai peserta Kamp Kreatif Guru SMK,” jelasnya.

Dewi berharap, dari adanya program tersebut guru- guru tersebut dapat lebih ditingkatkan lagi kualitasnya karena ada ilmu baru dari program tersebut.

“Untuk peserta sendiri tidak ada penyeleksian terlebih dahulu dari sekolah, karena semua guru harus mengikuti setiap program pembelajaran agar mendapatkan ilmu baru yang nantinya bisa disampaikan kepada anak,” pungkasnya.(riz)