Ternyata Ada Kampung Kolang Kaling di Cianjur

TAHUNAN: Pengolahan kolang kaling di Kampung Kedung Hilir Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadan atau satu tahun sekali. (FOTO: Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Kolang kaling biasa dijumpai di setiap bulan Ramadan yakni sebagai panganan berbuka puasa yang ada dalam sajian es buah maupun kolak. Namun, di Kabupaten Cianjur terdapat satu kampung yang hampir semua warganya mengolah kolang kaling.

Ya, Kampung Kedung Hilir Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang. Aktifitas pengolahan kolang kaling tersebut dilakukan setiap bulan Ramadan atau satu tahun sekali. Terlebih di tengah kondisi Covid-19 ini, tentunya masyarakat yang tidak bekerja ataupun penghasilannya berkurang menjadi salah satu alternatif dengan mengolah kolang kaling.

Namun di tengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan eksistensi kolang kaling di kalangan masyarakat. Kolang kaling atau dalam bahasa sunda caruluk masih menjadi idaman untuk berbuka. Sehingga hal tersebut masih terus diolah oleh masyarakat Kampung Kedung Hilir.

“Dalam sehari bisa menghasilkan satu kuintal untuk dijual ke beberapa pasar yang ada di Cianjur,” ujar Ceceng (34) pengolah kolang kaling.

Akan tetapi jika di hari biasa, dirinya kembali berprofesi sebagai kuli bangunan. Pekerjaan sebagai pengolah kolang kaling hanya dilakukannya menjelang bulan Ramadan saja.

Selain itu, terdapat nilai yang cukup besar dalam penjualan kolang kaling. Satu kilo gram kolang kaling dijual dengan harga Rp15 ribu. Namun jika hari biasa hanya mendapatkan harga Rp6 ribu saja. Penghasilan yang didapat pun bisa mencapai satu juta rupiah.

Pengolahan kolang kaling yang sudah ditekuninya selama kurang lebih 18 tahun ini cukup bisa menguntungkan meskipun satu tahun sekali. Bahan baku yang didapatkan pun tidak sulit baginya.

“Satu juta itu masih kotor, belum bersih. Paling kalau bersihnya Rp500 ribu saja. Selain itu juga tidak sulit untuk mendapatkan bahannya, ada di Cipanas, Cirata dan Saguling,” ungkapnya.

Saat ini, dirinya hanya melakukan pemasaran di Cianjur saja. Untuk pembeli luar kota biasanya datang sendiri untuk mengambil kolang kaling. Selain kondisi saat ini tengah dalam pandemi Covid-19, dirinya pun lebih menghemat operasional pengantaran barang. (kim)