PSBB Kabupaten/Kota Se Jabar Diajukan 6 Mei 2020

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

RADARCIANJUR.com-Pemkab Cianjur akan lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial. Hal itu menyusul keputusan Gubernur Jawa Barat yang akan memberlakukan PSBB di seluruh kabupaten/kota se Jawa Barat.

PSBB parsial yang akan diberlakukan Pemkab Cianjur, hanya beberapa wilayah kecamatan yang terindikasi padat penduduk dan perbatasan dengan kabupaten lain.

“Cianjur kemungkinan parsial, hanya Cianjur bagian Utara saja,” kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, saat melaksanakan Video Conference bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Rabu (29/4/2020) sore.

Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat videoconference bersama bupati/wali kota 17 daerah menggelar rapat dan membahas rencana bagi kabupaten/kota yang belum melaksanakan PSBB di Jabar, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/2020).

Dalam rakor tersebut, para peserta rakor sepakat untuk mengajukan PSBB tingkat provinsi Jabar ke Kementerian Kesehatan. Pria yang akrab dipanggil Kang Emil itu menyimpulkan, PSBB tingkat provinsi merupakan kebutuhan di Jabar.

Nantinya, pengajuan PSBB ke Kemenkes dilakukan melalui satu surat saja, yaitu dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar alias gubernur.

“Maka seluruh kota/kabupaten yang hadir sekarang, bisa menggunakan dasar hukum dari surat Gugus Tugas (Jabar) ke Kemenkes itu untuk dijadikan dasar pelaksanaan PSBB di wilayah masing-masing,” ujar Kang Emil dikutip dari rilis Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar.

Apabila pengajuan tersebut disetujui akhir pekan ini, PSBB tingkat provinsi Jabar pun rencananya akan mulai diterapkan pada Rabu, 6 Mei 2020.

“Jadi proses persetujuan oleh Kementerian Kesehatan biasanya diberikan di hari Sabtu. Kemudian dari Rabu (hari ini,red) sampai Selasa (5/5/2020) minggu depan, saya titip bapak/ibu (bupati/wali kota) sudah melakukan sosialisasi di media massa, di RT/RW tentang apa itu persiapan PSBB di wilayahnya masing-masing supaya dapat pengondisian di masyarakat,” ujar Kang Emil.

(*/dil)